Bogor - Sore itu, langit di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, perlahan berubah warna. Di Masjid Ar-Rahman, Kemang Verde Residence, jemaah mulai berdatangan menyambut Sabtu (28/2/2026) yang juga merupakan hari-hari pertama Ramadan 1447 Hijriah. Wajah-wajah yang memenuhi tempat ibadah itu membawa satu harapan serupa: merajut kembali makna kebersamaan.
Di hadapan ratusan orang, Ustaz Zacky Mirza membuka tausiahnya. Ia mengingatkan sesuatu yang sederhana, tapi kerap terlupa. Menurutnya, Ramadan tak cuma soal menahan lapar dan dahaga semata.
“Banyak yang memaknainya sebatas ibadah personal,” ujarnya.
Padahal, bulan suci ini justru momentum tepat untuk membenahi hubungan yang retak. Menyambung komunikasi yang putus, atau melembutkan hati yang sudah mengeras karena waktu.
“Silaturahmi itu bukan hanya datang dan berjabat tangan. Silaturahmi adalah membersihkan prasangka, memaafkan, dan menguatkan kembali persaudaraan,” tegas Ustaz Zacky Mirza.
Ia lantas menekankan satu hal. Keberkahan hidup seringkali bersumber dari hubungan yang terjaga dengan baik. Memperpanjang umur, dalam pandangannya, bukan cuma perkara tambahan waktu. Lebih dari itu, tentang kualitas hidup yang tenang karena hati bersih dari dendam.
Artikel Terkait
Bandara Dubai Tutup Total Imbas Ketegangan Militer AS-Israel dan Iran
Menteri Pertahanan Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Balas Serang Pangkalan AS
Festival Ramadan DPP Golkar Dihadiri Istri Menteri, Libatkan 284 Santri
Trump Akui Kemungkinan Korban Jiwa AS dalam Serangan Gabungan ke Iran