Di sisi lain, analisis awal dari Fars menyimpulkan pola ledakan yang terjadi. "Jenis ledakan tersebut menunjukkan bahwa ini merupakan serangan rudal," tulis laporan mereka, meski rincian teknisnya masih simpang siur.
Respons dari Israel datang tak lama berselang. Kementerian Pertahanannya secara terbuka mengakui telah melancarkan "serangan pendahuluan" terhadap Iran. Sebuah pernyataan yang blak-blakan, meninggalkan sedikit ruang untuk tafsir.
Saluran televisi Israel KAN kemudian mengutip seorang pejabat yang menyebut sasaran serangan. Menurut pejabat itu, serangan difokuskan pada "situs-situs rezim dan militer, termasuk rudal balistik" Iran. Tujuannya jelas: melumpuhkan kemampuan strategis Tehran.
Jadi, pagi yang awalnya biasa itu berubah menjadi momen genting. Langit yang tertutup, asap yang mengepul, dan pernyataan-pernyataan perang yang saling bersahutan. Situasinya masih berkembang, dan dunia menunggu dengan napas tertahan.
Artikel Terkait
BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir-Longsor Sepekan ke Depan
FPTI Bentuk Tim Investigasi Dugaan Kekerasan terhadap Delapan Atlet Panjat Tebing
Trump Serukan Warga Iran Gulingkan Pemerintah Usai Serangan Udara AS-Israel
KBRI Manama Konfirmasi Serangan ke Pangkalan AS di Bahrain, Imbau WNI Waspada