"Rumah yang layak melahirkan harapan yang layak," ucap Ibas.
Logikanya sederhana tapi kuat. Rumah yang kuat dan layak memberi ketenangan bagi sebuah keluarga. Dari ketenangan itu, anak-anak bisa tumbuh dengan baik, punya ruang untuk belajar, dan berani punya mimpi besar. Pada akhirnya, dari rumah-rumah seperti inilah generasi unggul yang akan memajukan desa dan bangsa diharapkan bermunculan.
Karena itu, Ibas mendorong agar pembangunan fisik rumah ini berjalan beriringan dengan penguatan potensi desa. Mulai dari sektor pertanian, pengembangan UMKM, hingga tentu saja, mendukung anak-anak untuk berprestasi.
"Setiap keluarga harus punya cita-cita. Setiap rumah harus punya harapan," katanya.
Di akhir kunjungannya, Ibas mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan. Semangat gotong royong, kata dia, adalah modal utama membangun desa. Pesan penutupnya singkat tapi penuh makna: "Jika desa kuat, negeri kuat. Indonesia Maju. Ramadan religi, menguatkan negeri."
Artikel Terkait
BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir-Longsor Sepekan ke Depan
FPTI Bentuk Tim Investigasi Dugaan Kekerasan terhadap Delapan Atlet Panjat Tebing
Trump Serukan Warga Iran Gulingkan Pemerintah Usai Serangan Udara AS-Israel
KBRI Manama Konfirmasi Serangan ke Pangkalan AS di Bahrain, Imbau WNI Waspada