Hamilton, Kanada Peringatan keras datang dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Dalam sebuah acara di Arkansas, Jumat lalu, ia menyampaikan pesan tegas: siapa pun yang berani menantang Washington harus siap menanggung konsekuensi serius. "Mereka akan membayar harga yang mahal," ujarnya tanpa tedeng aling-aling.
Hegseth sedang dalam tur nasional bertajuk "Arsenal of Freedom". Di hadapan audiens, ia menegaskan bahwa tujuan kebijakan pertahanan AS adalah menciptakan efek pencegahan yang luar biasa. "Sampai-sampai calon lawan gemetar hanya dengan memikirkan untuk melawan kami," katanya.
Dunia ini, menurutnya, bukan tempat yang naif. "Alangkah baiknya jika bersikap baik saja sudah cukup untuk membawa perdamaian. Tapi kenyataannya tidak. Kita hidup di dunia yang keras, di mana kekuatan adalah satu-satunya bahasa yang dimengerti semua pihak," tambah Hegseth, dengan nada yang terasa getir namun penuh keyakinan.
Ia lalu menyentuh soal industri pertahanan dalam negeri. Ada nada urgensi dalam pernyataannya. "Kami mengirim sinyal yang jelas dan terus-menerus ke industri Amerika. Kami butuh yang terbaik, dan kami butuh sekarang. Bahkan, sebenarnya kami sudah membutuhkannya sejak kemarin," tegasnya. Baginya, era kelemahan dan terlalu fokus pada isu-isu "kesadaran sosial" atau 'wokeness' harus segera diakhiri.
Tak lupa, Hegseth menyelipkan kritik terhadap kebijakan masa lalu. Menurutnya, beberapa langkah keliru AS telah mempermalukan diri sendiri di mata dunia. "Lihat saja penarikan diri yang kacau dari Afghanistan. Atau perang di Ukraina yang sebenarnya bisa dicegah dan pasti tidak akan terjadi jika Presiden Trump masih menjabat. Begitu pula krisis perbatasan selatan kita. Semua itu sudah berakhir di hari pertama pemerintahan Trump," paparnya.
Artikel Terkait
Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terpidana Korupsi Minyak Pertamina
Polres Metro Tangerang Kota Gelar Buka Puasa Bersama 550 Warga dan Pengemudi Ojol
Jadwal Buka Puasa di Bali Beragam, Jembrana Paling Akhir
Israel Klaim Lakukan Serangan Pendahuluan, Ledakan Guncang Teheran