Sistem keamanan mereka ternyata cukup efektif. Pada Jumat (27/2) kemarin, sistem memberi notifikasi saat pelaku terdeteksi masuk ke area stasiun. Petugas di lapangan pun langsung menyergap.
“Kami koordinasi dengan cepat, lalu mengamankan dan membawanya ke Stasiun Bojonggede untuk pemeriksaan awal,” ungkap Leza.
Setelah pelaku diamankan, proses pendampingan untuk korban dijalankan. Korban dihadirkan, lalu didampingi untuk melapor ke polisi. Dukungan psikologis juga diberikan kepada korban.
Di sisi lain, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan komitmen perusahaan. “Kami selalu siap memberikan dukungan penuh untuk melindungi korban dan mendampingi proses hukumnya,” ucap Karina, Jumat (27/2). Dia juga mengonfirmasi bahwa insiden ini terjadi pada 22 Januari lalu.
Leza Arlan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada korban atas ketidaknyamanan yang dialami. Namun begitu, dia juga mengimbau para penumpang untuk lebih peduli.
“Kami imbau semua pengguna untuk berani bertindak. Speak up, laporkan langsung ke petugas, lewat call center 121, atau media sosial resmi kami jika melihat atau mengalami hal serupa,” pesannya.
Langkah tegas ini setidaknya memberi sedikit keadilan. Meski trauma mungkin belum hilang, setidaknya ada tindakan nyata yang mengikuti keluhan korban.
Artikel Terkait
Jet Tempur Pakistan Ditembak Jatuh di Jalalabad, Pilot Ditangkap Hidup-Hidup
Badan Gizi Nasional Tangguhkan 47 SPPG Temukan Makanan Tak Layak
Zelensky Bantah Klaim Rusia Soal Tawaran Senjata Nuklir dari Inggris dan Prancis
Taman Kota Cawang Diduga Jadi Lokasi Praktik Asusila, Akses Gelap Ditutup