Ledakan mengguncang Kabul pada Jumat pagi. Suara jet tempur dan dentuman keras dilaporkan menggema di langit ibu kota Afganistan itu selama lebih dari dua jam. Situasi tegasnya memanas, menyusul serangan balasan Pakistan yang mereka sebut sebagai tindakan 'perang terbuka'.
Di tengah situasi genting itu, kabar baik datang dari Jakarta. Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Afganistan dalam keadaan aman. Jumlahnya 43 orang.
“Berdasarkan catatan KBRI Kabul, WNI di Afganistan berjumlah 43 orang, di mana 15 orang di antaranya adalah keluarga besar KBRI,” jelas Heni Hamidah, Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, dalam keterangannya di Jakarta.
“Dan seluruh WNI di Afganistan dilaporkan aman. Mereka jelas bukan targeted parties dalam konflik ini,” tambahnya, menegaskan.
Meski begitu, kewaspadaan ditingkatkan. KBRI Kabul sudah mengeluarkan imbauan resmi kepada para WNI di sana.
“KBRI Kabul juga sudah melakukan imbauan kepada seluruh WNI di Afganistan untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan di luar domisili,” ujar Heni.
Imbauannya lebih rinci lagi: hindari pusat keramaian dan instalasi pemerintahan. Yang tak kalah penting, jaga komunikasi dengan KBRI. “Silakan terus menjalin komunikasi dengan kami,” pesannya.
Serangan Pakistan ini bukan datang tiba-tiba. Ini adalah eskalasi yang sudah mengendap berbulan-bulan. Menurut laporan, serangan udara ke kota-kota besar Afganistan, termasuk Kabul, adalah balasan atas serangan pasukan Taliban ke pos-pos perbatasan Pakistan sehari sebelumnya. Taliban sendiri menyebut serangan perbatasan itu sebagai jawaban atas serangan udara Pakistan sebelumnya. Lingkaran konflik yang makin runyam.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, termasuk jurnalis dan warga Kabul serta Kandahar, suasana pagi itu mencekam. Rentetan ledakan keras dan tembakan terdengar jelas, menandai babak baru ketegangan antara kedua negara tetangga itu.
Artikel Terkait
Asbanda Dorong BPD Tinggalkan Peran Administratif, Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Polisi Terbitkan SP3 untuk Rismon Sianipar dalam Kasus Ijazah Jokowi
Polisi Tangkap 10 Tersangka Pengeroyokan Brutal terhadap Kepala Desa di Lumajang
IMX 2026 Gelar Pameran Modifikasi di Kawasan Candi Prambanan