“KBRI Kabul juga sudah melakukan imbauan kepada seluruh WNI di Afganistan untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan di luar domisili,” ujar Heni.
Imbauannya lebih rinci lagi: hindari pusat keramaian dan instalasi pemerintahan. Yang tak kalah penting, jaga komunikasi dengan KBRI. “Silakan terus menjalin komunikasi dengan kami,” pesannya.
Serangan Pakistan ini bukan datang tiba-tiba. Ini adalah eskalasi yang sudah mengendap berbulan-bulan. Menurut laporan, serangan udara ke kota-kota besar Afganistan, termasuk Kabul, adalah balasan atas serangan pasukan Taliban ke pos-pos perbatasan Pakistan sehari sebelumnya. Taliban sendiri menyebut serangan perbatasan itu sebagai jawaban atas serangan udara Pakistan sebelumnya. Lingkaran konflik yang makin runyam.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, termasuk jurnalis dan warga Kabul serta Kandahar, suasana pagi itu mencekam. Rentetan ledakan keras dan tembakan terdengar jelas, menandai babak baru ketegangan antara kedua negara tetangga itu.
Artikel Terkait
Residivis Pencuri Motor Diamuk Massa Usai Bawa Senjata Api Rakitan di Bandar Lampung
Hillary Clinton Bantah Kenal Jeffrey Epstein dalam Kesaksian Tertutup ke Kongres
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Wujudkan Pesan Al-Quran Cetak Generasi Tangguh
Mensos Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Cegah Penyalahgunaan Bansos Ramadan