“Kami memandang Iran strategis bagi kepentingan kami sendiri,” ujarnya. “Setiap serangan terhadap Teheran secara langsung mengancam kami.”
Ini menarik. Soalnya, waktu ketegangan Iran-Israel meledak tahun lalu dan perang berkecamuk selama 12 hari, kelompok-kelompok bersenjata Irak ini justru memilih diam. Mereka tak ikut campur. Tapi situasi sekarang, rupanya, dianggap berbeda.
Komandan tadi menjelaskan, sikap mereka kali ini akan jauh lebih agresif. “Kami akan mengurangi sikap menahan diri,” tegasnya. Terutama, jika serangan yang dilancarkan AS bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran. Ancaman itu kini menggantung, menunggu realitas berikutnya.
Artikel Terkait
Gubernur Khofifah Wanti-wanti Lonjakan Harga Cabai Rawit Pengaruhi Inflasi Jatim
Wakil Ketua Baleg DPR Dukung Komcad untuk ASN, Usul Wajib Militer Dipertimbangkan
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Rute Mudik Jawa Saat Lebaran 2026
Shindong Super Junior Putus Kontak dengan Orang Tua, Disebut Hanya Mesin ATM