Beijing Gelombang pembersihan terbaru yang digulirkan Xi Jinping kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, sembilan petinggi militer harus kehilangan kursi mereka di parlemen. Situasinya makin panas.
Secara resmi, pemerintah memberhentikan 19 pejabat tinggi. Yang menarik, hampir separuhnya adalah jenderal. Keputusan ini muncul tiba-tiba, cuma beberapa hari sebelum agenda politik terpenting tahunan Tiongkok, “Dua Sesi”, digelar pekan depan. Waktunya jelas bukan kebetulan.
Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) yang mengonfirmasi penghapusan nama-nama itu. Namun mereka tutup mulut soal alasan spesifik di baliknya. Diam-diam, langkah ini sepertinya berkaitan dengan pencopotan Zhang Youxia beberapa minggu lalu. Jenderal berpangkat tinggi itu dikenal sebagai sekutu dekat Xi Jinping sendiri.
Fokusnya jelas: militer.
Dari daftar yang beredar, ada nama-nama besar di tubuh pertahanan. Media pemerintah menyebut Li Qiaoming, sang Komandan Angkatan Darat, dan Shen Jinlong, mantan Komandan Angkatan Laut. Mereka semua dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Meski fokusnya militer, pembersihan ini ternyata lebih luas. Pejabat sipil seperti Sun Shaochong, mantan ketua partai di Mongolia Dalam, juga ikut tersapu. Ini seperti melanjutkan tren perombakan besar-besaran yang sudah berjalan. Ingat saja aksi tegas Oktober 2025 lalu, saat sembilan jenderal dicopot dengan tuduhan korupsi.
Sejak 2013, Xi Jinping memang tak pernah main-main soal korupsi. Bagi dia, ini adalah pilar kepemimpinan. Ancaman terbesar bagi partai, begitu katanya berulang kali.
“Pertempuran melawan korupsi tetap berat dan kompleks,” tegas Xi dalam sebuah pidato tentang integritas partai.
Artikel Terkait
Gubernur Khofifah Wanti-wanti Lonjakan Harga Cabai Rawit Pengaruhi Inflasi Jatim
Wakil Ketua Baleg DPR Dukung Komcad untuk ASN, Usul Wajib Militer Dipertimbangkan
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Rute Mudik Jawa Saat Lebaran 2026
Shindong Super Junior Putus Kontak dengan Orang Tua, Disebut Hanya Mesin ATM