tegas Rohmat sekali lagi.
Di sisi lain, tantangannya tidak main-main. Masih ada saja perambahan, tambang emas liar, konflik lahan, belum lagi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Menurut Rohmat, jalan keluarnya harus komprehensif: perkuat patroli dan pengawasan, bangun kolaborasi dengan banyak pihak, dan manfaatkan ilmu pengetahuan untuk mengambil keputusan.
Intinya, perayaan ulang tahun ini bukan sekadar pesta. Ia adalah pengingat, sebuah alarm bahwa tanggung jawab menjaga warisan alam ini ada di pundak semua orang.
“Mari kita jaga hutan, karena di dalamnya tersimpan masa depan. Keberlanjutan adalah tanggung jawab generasi kita hari ini demi generasi mendatang,”
pungkas Wakil Menteri.
Komitmen Kementerian Kehutanan sendiri jelas: mereka ingin tata kelola kawasan ini lebih transparan, luwes, dan berbasis data. Tujuannya satu: agar Gunung Halimun Salak tetap hijau, tetap hidup, dan terus memberi manfaat untuk kita sekarang, dan untuk anak cucu nanti.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Pengemudi Toyota Calya yang Ugal-ugalan di Gunung Sahari Resmi Ditahan, Terancam 7 Tahun Penjara
Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel dengan Pendekatan Humanis untuk Amankan Unjuk Rasa
Ditlantas Jabar Siapkan Motor Senyum untuk Atasi Macet Mudik Lebaran 2026
Buron Bandar Sabu NTB Ko Erwin Ditangkap, Kakinya Tembak saat Melawan