“Ini persoalan kemanusiaan.”
Ia pun punya pesan keras untuk aparat. Hasyim meminta kasus ini ditangani secara tegas dan transparan. “Kami percaya proses hukum akan berjalan. Tetapi pesan kami jelas: tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, apalagi terhadap perempuan. Ini harus menjadi peringatan keras bagi siapa pun,” katanya.
Lebih dari sekadar tuntutan hukum, Hasyim mengajak generasi muda untuk mengambil pelajaran. Menurutnya, masalah hubungan asmara atau emosi sesaat tak boleh diselesaikan dengan cara-cara brutal. “Kalau ada masalah, selesaikan dengan dialog, dengan kepala dingin,” imbaunya.
“Jangan pernah membiarkan amarah mengalahkan akal sehat. Satu tindakan nekat bisa menghancurkan masa depan banyak orang.”
Ikatan Keluarga Bintan Riau sendiri berjanji akan terus memantau kondisi korban. Dukungan moril akan diberikan kepada keluarga yang sedang berdua. Saat ini, mahasiswi tersebut masih menjalani perawatan intensif. Harapannya, kondisi kesehatannya lekas membaik sehingga ia bisa kembali meraih cita-cita yang sempat tertunda oleh aksi tak berperikemanusiaan itu.
Artikel Terkait
Luhut: Pemerintah Digital Berbasis AI Kunci Hindari Jebakan Pendapatan Menengah
Dua Menteri Sosialisasikan Data Tunggal untuk Akurasi Bansos di Karawang
Ketua Komisi XI DPR Soroti Kondisi Pengungsi Bencana di Ramadan dan Jelang Lebaran
CT ARSA Foundation Luncurkan Roadshow Ramadan untuk Bantu Masyarakat Marjinal