Terutama, lanjut Ali, ketika rasa lelah menghadapi kerja-kerja politik mulai muncul. "Jadikan ulama dan kiai sebagai guru."
Di sisi lain, Ali juga menekankan satu hal yang ia anggap krusial. Dalam pandangannya, ulama harus tetap menjadi rujukan utama agar tidak terjadi perbedaan tafsir yang ujung-ujungnya malah bikin gaduh. Namun begitu, ia mengingatkan agar garis itu tidak sampai kabur.
"Jangan pernah kiai dan pondok pesantren dijadikan alat politik," katanya dengan nada tegas. Baginya, tujuan memenangkan partai tidak boleh menunggangi institusi yang seharusnya menjadi mercusuar ilmu dan akhlak.
Secara keseluruhan, kunjungan ke Abuya Muhtadi dan Ponpes Fathul Ma'ani ini menjadi pembuka rangkaian safari Ramadan PSI. Sebuah langkah awal yang sarat dengan nuansa silaturahmi dan, tentu saja, pembelajaran.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir dan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini
Ibu dan Anak Tewas Mati Lemas Akibat Zat Kimia di Kolam Bekas Asrama Polisi Jombang
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan SMS E-Tilang Palsu
Persib dan Borneo Menang Besar, Persita Tersungkur di Pekan ke-23 BRI Liga 1