Ia menegaskan, pengecekan dan pemantauan ketat di lokasi Dapsus bertujuan meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran. “Khususnya terhadap ancaman longsor dan genangan air kalau hujan deras datang. Intinya, kami ingin perjalanan kereta api selama mudik nanti aman, nyaman, dan terkendali,” ujarnya.
Menurut Mahendro, deteksi dini dan respons cepat adalah kuncinya. Dengan begitu, gangguan operasional bisa ditekan seminimal mungkin. Harapannya jelas: perjalanan mudik masyarakat bisa lancar dan selamat sampai tujuan.
Sementara persiapan prasarana berjalan, animo masyarakat ternyata sudah terlihat tinggi. Hingga Kamis, 26 Februari 2026, penjualan tiket kereta api jarak jauh di stasiun-stasiun Malang Raya sudah mencatat angka 41.236 tiket. Itu sekitar 30% dari total kapasitas 136.045 kursi yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Stasiun Malang memimpin pemesanan dengan 33.783 tiket. Disusul Stasiun Kepanjen dan Malang Kota Lama. Rute favorit? Jakarta, Banyuwangi, Bandung, dan Purwokerto masih jadi primadona.
KAI Daop 8 terus mengingatkan calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket lewat kanal resmi. Agar nanti tak kecewa.
Artikel Terkait
Donny Warmerdam Akhirnya Kembali Bermain Setelah Cedera 6 Bulan
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Laut di Maluku Barat Daya
Sidang Vonis Korupsi Pertamina Ricuh, Ditunda hingga Dini Hari
Siswi SMP Dibawa Kabur dan Jadi Korban Pencabulan Usai Dikenal di Grup WhatsApp