Di sisi lain, dia juga mengingatkan adanya ancaman. Ruang demokrasi yang terbuka harus dijaga bersama, jangan sampai disusupi pihak-pihak tertentu yang punya agenda lain. Jika tidak, akibatnya bisa runyam.
“Yang terjadi justru nanti akan terjadi chaos,” kata Sigit, menyebutkan risiko terhadap keselamatan jiwa, fasilitas publik, dan stabilitas keamanan.
Dampaknya bisa merembet kemana-mana. Stabilitas ekonomi bisa terganggu. Bahkan, jika dibiarkan berlarut, bukan mustahil memicu perpecahan bangsa dan kemunduran di berbagai bidang. “Yang tentunya akan merugikan seluruh masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.
Maka, di akhir pesannya, Sigit mengajak semua pihak bersatu. Persatuan itu, menurutnya, modal kunci untuk mengawal demokrasi dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Ajakan itu disampaikannya bukan sebagai komando, tapi lebih sebagai ajakan dari seorang sahabat yang ingin bangsa ini maju bersama.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah
Prabowo Berbuka Puasa Bersama Seluruh Pemimpin Uni Emirat Arab di Abu Dhabi
Masjid Jami Koba: Saksi Bisu Sejarah di Balik Renovasi Megah