"Ini juga intinya sama dengan yang disampaikan dengan ide filosofi Tiongkok tetap menjaga keharmonisan dan kebaikan antara satu dengan yang lain," jelasnya.
Ia berharap acara semacam ini bisa terus berlanjut, menjadi jembatan persahabatan yang kokoh antara Indonesia dan Tiongkok.
Harmoni yang dibicarakan itu ternyata punya dimensi lain tahun ini. Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, yang juga hadir, menggarisbawahi satu hal menarik. Perayaan Imlek 2576 ini kebetulan beriringan dengan bulan Ramadan.
Baginya, itu adalah contoh nyata harmoni antarbudaya dan antaragama di Indonesia. Sebuah nilai tambah yang memperkaya hubungan bilateral.
"Ini adalah sesuatu yang sangat berharga," ucap Arrmanatha.
"Negara-negara luar melihat ini sebagai kekuatan Indonesia. Di sini lah Indonesia dihargai, di sini lah Indonesia menjadi suatu contoh. Perbedaan budaya dan kepercayaan justru jadi kekuatan kita," tegasnya.
Festival itu sendiri dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni. Salah satunya dari penyanyi Indah Kus, yang punya rekam jejak karier di Tiongkok. Kehadiran talenta lokal semacam ini sekaligus menunjukkan potensi kreatif Indonesia yang siap melompat ke panggung global.
Pada akhirnya, momentum pertukaran maskot itu bukan cuma seremoni belaka. Ia menegaskan satu hal: kolaborasi budaya adalah fondasi strategis. Fondasi untuk membangun kepercayaan dan mengeratkan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, agar bisa langgeng ke depannya.
Penulis: Ricardo Julio | Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Donny Warmerdam Akhirnya Kembali Bermain Setelah Cedera 6 Bulan
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Laut di Maluku Barat Daya
Sidang Vonis Korupsi Pertamina Ricuh, Ditunda hingga Dini Hari
Siswi SMP Dibawa Kabur dan Jadi Korban Pencabulan Usai Dikenal di Grup WhatsApp