Infrastruktur Inklusif dan Berkeadilan
Di sisi lain, Agus juga menekankan soal adaptasi. Pembangunan infrastruktur, ujarnya, harus bisa menangkap kebutuhan zaman. Artinya, fasilitas publik yang dibangun tidak lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti transportasi.
"Kami akan mendorong penyediaan fasilitas publik bukan hanya untuk infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, melainkan juga ruang-ruang kreatif," tegasnya.
Dengan kata lain, infrastruktur harus inklusif dan mendukung tumbuhnya inovasi dari anak muda. Komitmen pemerintah untuk memperkuat infrastruktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional tetap kuat, melalui berbagai skema pembiayaan inovatif dan kerja sama internasional. Fokusnya mencakup proyek strategis, pemerataan, dan tentu saja keberlanjutan baik fisik maupun digital.
Namun begitu, ada pekerjaan rumah besar: mengurangi kesenjangan. Agus menekankan pentingnya pembangunan yang berkeadilan, khususnya untuk menutup jurang antara Jawa dan luar Jawa. Hal ini semakin krusial seiring dengan berkurangnya ketergantungan pada sektor ekstraktif. Pada akhirnya, tujuannya satu: meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Artikel Terkait
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka dan Sita Rp150 Miliar Emas dalam Kasus Perdagangan Ilegal Senilai Rp25,9 Triliun
Kuota Haji Papua Dipangkas, Waktu Tunggu Membengkak Jadi 28 Tahun
Grace Natalie Buka Pintu Lebar PSI untuk Tokoh Nasional
Fortuner Tabrak Sigra yang Berhenti di Bahu Jalan Gading Serpong