Polri akhirnya angkat bicara soal demo yang membanjiri sejumlah daerah. Aksi massa ini dipicu oleh insiden penganiayaan oleh oknum Brimob, Bripda MS, yang menewaskan seorang siswa SMP di Tual, Maluku Tenggara. Dalam responsnya, institusi ini menyatakan diri terbuka untuk dikritik dan siap mengevaluasi diri.
Menurut sejumlah saksi, suasana demo terbilang panas. Namun begitu, pihak kepolisian berusaha memahami kemarahan warga.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu lalu.
"Kami paham betul perasaan kecewa dan marah masyarakat terkait insiden di Tual. Tapi, mari kita dudukkan masalah ini dengan kepala dingin," ujarnya.
Artikel Terkait
Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine
Program Makan Bergizi di Purworejo Tetap Berjalan Lancar Selama Ramadan
Bamsoet Dorong Bantuan Pangan Siap Saji untuk Percepat Tanggap Darurat Bencana
Pemerhati Desak Sterilisasi Jalur Transjakarta untuk Dongkrak Kualitas Layanan