Ia menambahkan, Program Kapala Emas 2026 punya misi yang selaras dengan yayasannya: memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup warga dengan mengandalkan kekuatan lokal.
Di sisi lain, respons dari pemerintah daerah pun terlihat positif. Widhi Asmoro Jati, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, berharap kerja sama ini bisa memperkuat pendekatan pemberdayaan yang partisipatif dan mengedepankan kearifan lokal.
Perlu diingat, Kapala Emas adalah bagian dari strategi besar. Ada target ambisius pengembangan kawasan pala unggul seluas 1.000 hektare di Fakfak. Program ini dirancang untuk memperkuat hilirisasi, meningkatkan produktivitas kebun rakyat, dan tentu saja, menjaga reputasi Pala Fakfak di kancah yang lebih luas.
Widhi juga memberikan catatan penting. Keberhasilan, katanya, tidak cuma diukur saat penanaman.
“Tanpa dukungan mitra strategis, semuanya akan berjalan lambat. Kolaborasi yang kuat mutlak diperlukan. Biar pala yang ditanam itu terawat, tumbuh optimal, dan jadi investasi nyata untuk masa depan masyarakat Fakfak,” tegas Widhi.
Pada akhirnya, harapan dari sinergi ini sederhana: kawasan pala unggul bisa memberikan dampak riil bagi kesejahteraan petani. Dan secara perlahan, mendorong pertumbuhan ekonomi Fakfak yang inklusif. Seperti visi yang selalu digaungkan: Fakfak Membara, dengan Pala Unggul sebagai penggeraknya.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka dan Sita Rp150 Miliar Emas dalam Kasus Perdagangan Ilegal Senilai Rp25,9 Triliun
Kuota Haji Papua Dipangkas, Waktu Tunggu Membengkak Jadi 28 Tahun
Grace Natalie Buka Pintu Lebar PSI untuk Tokoh Nasional
Fortuner Tabrak Sigra yang Berhenti di Bahu Jalan Gading Serpong