Di sisi lain, berikan pujian yang tulus saat dia melakukan sesuatu yang genuinely baik. Terkadang, rasa haus perhatian itu muncul karena kurangnya apresiasi. Dengan memberi pengakuan di momen yang tepat, kamu bisa membantu memenuhi kebutuhannya dengan cara yang lebih sehat.
Tapi ingat, jangan sampai terjebak dalam drama. Orang yang haus perhatian kadang suka menciptakan konflik atau kisah-kisah dramatis hanya untuk jadi pusat pembicaraan. Menurut pengalaman beberapa orang, sikap terbaik adalah tidak ikut terbawa emosi. Tetap tenang dan bersikap netral.
Yang terpenting, jaga dirimu sendiri. Kalau sudah merasa terlalu lelah secara emosional, nggak ada salahnya untuk mengambil jeda. Berteman itu memang harus saling mengisi, bukan sampai menguras habis.
Pada akhirnya, menghadapi teman yang seperti ini butuh kesabaran ekstra. Namun begitu, dengan cara yang tepat, kamu bisa tetap menjaga pertemanan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan mentalmu sendiri.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung
Konsumen Kendaraan Niaga Pilih Suku Cadang Berdasarkan Frekuensi Penggantian
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang
Harga Emas Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri 24 Tak Berubah