Di sisi lain, berikan pujian yang tulus saat dia melakukan sesuatu yang genuinely baik. Terkadang, rasa haus perhatian itu muncul karena kurangnya apresiasi. Dengan memberi pengakuan di momen yang tepat, kamu bisa membantu memenuhi kebutuhannya dengan cara yang lebih sehat.
Tapi ingat, jangan sampai terjebak dalam drama. Orang yang haus perhatian kadang suka menciptakan konflik atau kisah-kisah dramatis hanya untuk jadi pusat pembicaraan. Menurut pengalaman beberapa orang, sikap terbaik adalah tidak ikut terbawa emosi. Tetap tenang dan bersikap netral.
Yang terpenting, jaga dirimu sendiri. Kalau sudah merasa terlalu lelah secara emosional, nggak ada salahnya untuk mengambil jeda. Berteman itu memang harus saling mengisi, bukan sampai menguras habis.
Pada akhirnya, menghadapi teman yang seperti ini butuh kesabaran ekstra. Namun begitu, dengan cara yang tepat, kamu bisa tetap menjaga pertemanan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan mentalmu sendiri.
Artikel Terkait
Polda Sumsel Gelar Rakor Berjenjang untuk Amankan Mudik Lebaran 2026
Elemen Masyarakat Jakarta Deklarasi Tolak Aksi Anarkis Jaga Ramadan Damai
Masjid Istiqlal Gelar Pesantren Ramadan Gratis untuk Pelajar SD dan SMP
BRImo Hadirkan Fitur Beli Paket Data IM3 dan Tri Tanpa Koneksi Internet