Kalau dilihat sekilas, kompetisi ini memang sudah menunjukkan perkembangan pesat belakangan. Baik dari sisi jumlah peserta, kerapihan penyelenggaraan, sampai pada standar penilaiannya. Tapi pihak penyelenggara tampaknya belum puas.
Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai aspek lain. Mulai dari organisasi, dukungan teknis, sampai pendampingan media. Semua upaya ini disebut-sebut selaras dengan Visi Saudi 2030, yang ingin memperkuat peran negara itu, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.
Dalam pernyataannya, Al Al-Sheikh juga tak lupa menyampaikan apresiasi. Khususnya kepada King Salman bin Abdulaziz dan Pangeran Mohammed bin Salman, atas dukungan tanpa henti mereka untuk berbagai inisiatif yang berpusat pada Al-Quran.
Pada akhirnya, harapannya jelas. Dengan nilai hadiah yang lebih menggiurkan dan format yang lebih inklusif, daya tarik kompetisi ini akan makin kuat. Peluang bagi penghafal-penghafal terbaik untuk unjuk kebolehan pun diharapkan terbuka lebih lebar.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen