“Ini pengalaman pertama saya ikut program seperti ini. Harapannya sih, ya, jadi pribadi yang lebih baik lah dari tahun kemarin. Kebetulan ada kesempatan bagus dari Baznas, jadi saya ambil. Istilahnya, ini langkah awal buat perubahan,” ujar Fransiskus.
Harapan Baznas DKI Jakarta jelas. Mereka ingin program ini bisa jadi pembuka jalan. Bantuan tidak hanya bersifat fisik menghilangkan tato tapi juga memberi semangat dan dukungan moral. Agar setiap peserta punya keyakinan lebih kuat untuk menjalani hidup yang positif setelahnya.
Geliat kegiatan di Masjid Sunda Kelapa hari itu punya ceritanya sendiri. Bukan cuma tentang laser menghapus tinta, tapi tentang tekad banyak orang untuk berubah. Dan perubahan itu, rupanya, dimulai dari sebuah antrian di Jakarta Pusat.
Editor: jts/raa
Artikel Terkait
Imipas Longgarkan Standar Risiko Narapidana untuk Atasi Kepadatan Lapas
Pelatnas Kirim Atlet Lebih Awal untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026
Bus Transjakarta Tabrak Pengendara Motor di Gunung Sahari, Korban Luka Parah
Normalisasi Sungai Cirarab Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026