“Ini pengalaman pertama saya ikut program seperti ini. Harapannya sih, ya, jadi pribadi yang lebih baik lah dari tahun kemarin. Kebetulan ada kesempatan bagus dari Baznas, jadi saya ambil. Istilahnya, ini langkah awal buat perubahan,” ujar Fransiskus.
Harapan Baznas DKI Jakarta jelas. Mereka ingin program ini bisa jadi pembuka jalan. Bantuan tidak hanya bersifat fisik menghilangkan tato tapi juga memberi semangat dan dukungan moral. Agar setiap peserta punya keyakinan lebih kuat untuk menjalani hidup yang positif setelahnya.
Geliat kegiatan di Masjid Sunda Kelapa hari itu punya ceritanya sendiri. Bukan cuma tentang laser menghapus tinta, tapi tentang tekad banyak orang untuk berubah. Dan perubahan itu, rupanya, dimulai dari sebuah antrian di Jakarta Pusat.
Editor: jts/raa
Artikel Terkait
Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian
Letnan Jepang Bertahan di Hutan Filipina 29 Tahun Usai Perang Dunia II
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan Dana Syariah Rp2,4 Triliun
Ketua PDIP Jatim Soroti Peregukan Basis NU dan Ancaman Budaya Palsu di Era Digital