ungkapnya. Alat itu rupanya berhasil memecah kebekuan dan mendorong partisipasi aktif siswa.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, kedua program ini adalah strategi yang saling melengkapi. Revitalisasi membenahi infrastruktur dasar, sementara digitalisasi membuka gerbang ilmu yang lebih luas.
tegas Tatang. Intinya, fondasi fisik yang baik harus diiringi dengan metode pengajaran yang modern. Itulah kuncinya.
Program ini jelas belum selesai. Namun, langkah awal di wilayah timur ini setidaknya memberikan secercah harapan. Bahwa dengan fasilitas yang memadai dan akses teknologi, kualitas pendidikan di daerah terpencil pun punya peluang untuk setara dengan kota besar. Pekerjaan rumahnya masih panjang, tapi semoga ini awal yang baik.
Artikel Terkait
Advokat Ditikam Debt Collector di Tangerang, Polisi Buru Pelaku
Polri Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 770 Ekstasi Hasil Pengungkapan Jaringan Internasional di Sumsel
Tes Urine Dadakan di Polres Metro Jakbar, 77 Personel Dinyatakan Negatif Narkoba
Importir BUMN Siap Patuhi Keputusan Pemerintah Soal Wacana Penundaan Impor Pickup India