Pemerintah diminta untuk buka-bukaan soal komitmen impor beras dari Amerika Serikat. Permintaan itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari FPKS, Johan Rosihan, yang menegaskan pihaknya akan mengkaji isu ini dengan objektif. Fokus utamanya jelas: melindungi petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Meski volume 1.000 ton itu terbilang kecil jika dibandingkan produksi dalam negeri, Johan punya kekhawatiran lain. Menurutnya, perdagangan komoditas strategis seperti beras harus diawasi ketat. Tujuannya, agar tidak memicu gejolak pasar yang ujung-ujungnya malah menekan harga gabah petani lokal.
“Kami tidak ingin polemik ini menjadi bias politik,” ujar Johan dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
“Yang terpenting adalah memastikan bahwa kebijakan apa pun tidak mengganggu serapan gabah petani, tidak menekan harga di tingkat produsen, dan tidak merusak momentum produksi dalam negeri.”
Di sisi lain, Komisi IV berencana memanggil pemerintah untuk memberikan penjelasan teknis secara resmi. Mereka ingin memastikan bahwa komitmen impor ini tidak bertentangan dengan upaya penguatan swasembada yang selama ini digaungkan. Kedaulatan pangan, kata Johan, adalah hal yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Tes Urine Dadakan di Polres Metro Jakbar, 77 Personel Dinyatakan Negatif Narkoba
Importir BUMN Siap Patuhi Keputusan Pemerintah Soal Wacana Penundaan Impor Pickup India
Ancaman Bom di SMA Jatinegara Dinyatakan Hoax Setelah Pengecekan Gegana
Trump Bantah Laporan Media Soal Sikap Jenderal Top AS terhadap Iran