"Bapak Kapolda sangat mengapresiasi kolaborasi aktif masyarakat. Pendekatan kita kali ini sangat humanis, namun tetap tegas," jelas Budi.
Hasilnya? Ada perbedaan angka yang cukup mencolok. Jika di bulan Januari tercatat tiga korban jiwa akibat tawuran, maka selama Ramadan di bawah pengawasan satgas ini, korban jiwa nihil. Benar-benar nol.
"Ini adalah keberhasilan kolektif antara Polri dan warga dalam menjaga marwah bulan suci," ucap Budi.
Ke depan, upaya preventif dan patroli gabungan ini akan terus diintensifkan. Polda berharap tren penurunan ini bisa dipertahankan, bukan cuma di Jakarta tapi juga wilayah penyangganya. Tujuannya sederhana: agar masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih tenang.
Budi, yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, menutup penjelasannya. "Sinergi antara Brimob, Sabhara, dan warga kini menjadi formula kunci. Inilah cara kami menciptakan stabilitas kamtibmas yang modern, berbasis komunitas."
Artikel Terkait
Dana Otsus Triwulan I 2026 Cair untuk 16 Daerah Papua, Penyaluran Tercepat Sejak Implementasi
Pembangunan Jalan Pengganti di Batu Tulis Bogor Dimulai, Proses Lelang Fisik Masih Berjalan
Surabaya Raih Penghargaan Global untuk Inovasi Popok Pakai Ulang
Wakil Bupati Badung Tinjau Banjir di Legian, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Jangka Panjang