Pemprov DKI Jakarta akhirnya angkat bicara soal nasib Anjungan Jakarta di TMII. Rupanya, ada rencana besar untuk membenahi tempat itu. Gubernur Pramono Anung mengungkapkan, anggaran sebesar Rp 50 miliar telah disiapkan khusus untuk proyek revitalisasi ini. Yang menarik, dananya tak menyentuh APBD sama sekali, melainkan murni dari dana Kompensasi Lantai Bangunan atau KLB.
Menurut Pramono, ini semua dilakukan dalam rangka menyambut usia Jakarta yang akan menginjak 500 tahun. Sebuah momen bersejarah yang tentu butuh persiapan matang.
"Untuk Anjungan Jakarta di Taman Mini, dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta, kami menyetujui untuk melakukan revitalisasi menggunakan dana KLB. Nilainya alokasi pertama Rp 25 miliar," jelas Pramono di Balai Kota, Selasa lalu.
"Nanti tahun depan berikutnya akan diberikan alokasi kurang lebih angka yang sama Rp 25 miliar," tambahnya.
Dia pun menegaskan poin penting itu. "Semua dana dari KLB sehingga tidak menggunakan APBD," ucapnya. Jadi, beban keuangan daerah bisa lebih ringan.
Harapannya jelas. Revitalisasi ini bukan cuma soal memperbaiki fisik bangunan yang mungkin sudah usang. Lebih dari itu, ini tentang menguatkan lagi identitas dan representasi budaya Betawi di jantung TMII. Sekaligus, tentu saja, menjadi salah satu ikon penting dalam perjalanan Jakarta menuju lima abad.
Artikel Terkait
Dendam Bertahun-tahun Diperas dan Diancam, Pedagang Cilok Remaja Bunuh Seniornya di Tangerang
Siswa SMP di Tabanan Curhat ke Presiden Prabowo Soal Pengalaman Pahit Jadi Korban Bullying
Wisatawan Tenggelam di Curug Ciparay Bogor, Ditemukan Tewas dengan Kaki Tersangkut Batu
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw Terbukti Masih Berstatus ASN Selama Menjabat