Di sisi lain, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menekankan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen perbaikan layanan. Bagi dia, akses air yang baik tidak berhenti pada pipa saja.
"Kami memahami bahwa akses air tidak hanya soal jaringan perpipaan, tetapi juga tentang bagaimana air itu bisa tersimpan dan dimanfaatkan dengan baik di rumah warga," jelas Arief.
"Melalui program toren gratis ini, kami sangat terbantu dengan adanya kerja sama dengan TP PKK ini sehingga kami bisa membantu keluarga-keluarga di Jakarta agar memiliki cadangan air yang lebih aman dan stabil," lanjutnya.
Ia juga menyebut program sambungan baru gratis untuk golongan pelanggan yang sama, sebagai upaya paralel untuk mempermudah akses. Target 2.000 toren di 2026, menurutnya, adalah bentuk komitmen agar manfaatnya merata ke seluruh Jakarta.
Kolaborasi menjadi kunci. Program ini melibatkan TP PKK, Pemprov DKI, dan unsur kewilayahan. Diharapkan, bantuan fisik ini bisa bertransformasi menjadi penguatan ketahanan air rumah tangga yang berkelanjutan.
Dukungan itu terlihat nyata. Kegiatan penyerahan toren di Kamal kemarin dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, dan Wakil Ketuanya, Dewi Rano Karno. Kehadiran mereka menegaskan bahwa program ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Distribusi akan terus berlanjut ke wilayah lain. Perlahan, namun pasti.
Artikel Terkait
18 Negara Kecam Kebijakan Baru Israel di Tepi Barat sebagai Upaya Aneksasi
Harga Daging Ayam di Pasar Prawirotaman Yogyakarta Naik Menjelang Ramadan
Sudinsos Jakbar Kejar Wanita Viral Penunggak Bayar Makan dan Transportasi
Pemprov DKI Alokasikan Rp 50 Miliar dari Dana KLB untuk Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII