Sentimen global ternyata juga tidak mendukung. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Kamis waktu setempat. Dow Jones terpangkas 267,5 poin (0,54%) ke 49.395. S&P 500 turun 0,28% ke 6.862, dan Nasdaq melemah 0,31% ke 22.683.
Kekhawatiran investor AS berlapis. Selain waswas dengan dinamika ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, ada juga kehati-hatian ekstra terhadap sektor private credit. Banyak yang khawatir, sektor ini bisa jadi sumber masalah likuiditas jika kondisi ekonomi memburuk.
Eropa Terimbas, Asia Bervariasi
Gelombang pelemahan dari AS langsung menjalar ke Eropa. FTSE 100 Inggris turun 0,55%, DAX Jerman anjlok 0,93%, dan CAC 40 Prancis melemah 0,36%.
Nasib berbeda dialami bursa Asia yang tampak lebih berwarna. Nikkei 225 Jepang justru menguat 0,57% ke 57.467. Sementara itu, bursa Hong Kong dan Shanghai cenderung datar, tidak menunjukkan pergerakan berarti.
Di tengah ketegangan geopolitik, komoditas justru bersinar. Harga minyak mentah WTI naik 2,14% ke USD66,43 per barel, Brent menguat 1,98% ke USD71,57. Emas juga ikut merangkak naik; emas Comex bertambah 0,33% ke USD5.017,20.
Imbal hasil obligasi AS cenderung turun tipis, dengan yield 10 tahun di kisaran 4,07%. Indeks dolar AS sendiri menguat tipis 0,23% ke 97,92. Secara keseluruhan, pasar global masih dalam mode menunggu dan mengamati menimbang segala risiko dari geopolitik hingga likuiditas.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan