Washington diguncang kabar mengejutkan. Menurut laporan eksklusif Wall Street Journal, Presiden Donald Trump diam-diam mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran. Bukan perang total, melainkan serangan terbatas sebagai pukulan pertama. Tujuannya jelas: memaksa Teheran berunding soal program nuklirnya yang kontroversial.
Nah, rencana ini disebut-sebut bisa dieksekusi dalam hitungan hari tentu saja jika Trump memberi lampu hijau. Namun begitu, ancaman di baliknya jauh lebih besar. Jika Iran tetap bersikeras melanjutkan pengayaan uranium, AS dikabarkan siap melancarkan operasi militer skala penuh. Operasi yang, dalam skenario terburuk, berpotensi menggulingkan pemerintahan di sana.
Lingkaran dalam Gedung Putih yang enggan disebut namanya mengungkapkan, pertemuan penting sudah digelar. Pada Rabu lalu, Trump mengumpulkan para penasihat utamanya di Ruang Situasi. Mereka membicarakan langkah-langkah apa saja yang tersedia di meja, sambil menimbang risikonya masing-masing.
“Iran punya waktu 10 sampai 15 hari untuk capai kesepakatan,” ujar Trump sehari kemudian, dalam pertemuan Dewan Perdamaian. Kalimat itu menggantung, lebih mirip ultimatum ketimbang ajakan berdiplomasi.
Artikel Terkait
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak
Mensos Gus Ipul Uji Coba Mobil Listrik Hasil Undian Tak Terklaim untuk Operasional