Jadwal Imsak Ramadan 2026 di Jakarta Diprakirakan Mulai Pukul 04.31 WIB

- Kamis, 19 Februari 2026 | 20:15 WIB
Jadwal Imsak Ramadan 2026 di Jakarta Diprakirakan Mulai Pukul 04.31 WIB

MURIANETWORK.COM - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, masyarakat mulai aktif mencari informasi jadwal imsak untuk memastikan sahur tidak terlewat. Jadwal ini menjadi panduan penting, terutama mengingat waktu imsak di Indonesia umumnya ditetapkan sekitar sepuluh menit sebelum azan Subuh berkumandang sebagai bentuk kehati-hatian. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, waktu imsak di awal Ramadan diperkirakan akan dimulai sekitar pukul 04.31 WIB.

Langkah Praktis Mengunduh Jadwal Lengkap

Untuk mendapatkan jadwal yang akurat dan spesifik berdasarkan lokasi, Anda dapat mengikuti beberapa langkah sederhana. Pertama, akses laman yang menyediakan informasi jadwal salat dan imsak Ramadan 2026. Kemudian, cari opsi untuk memilih kota atau kabupaten tempat Anda berdomisili. Sistem akan secara otomatis menampilkan jadwal lengkap, termasuk imsak, salat, dan buka puasa untuk sebulan penuh. Fitur unduhan biasanya tersedia, memungkinkan Anda menyimpan jadwal tersebut sebagai pengingat offline yang praktis.

Prakiraan Jadwal Imsak Ramadan 2026 di Jakarta

Berdasarkan perhitungan umum, berikut adalah prakiraan waktu imsak untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya selama Ramadan 1447 H. Perlu diingat, angka ini bersifat perkiraan dan dapat berbeda sedikit tergantung metode hisab serta lokasi observasi yang digunakan.

  • 1 Ramadan 1447 H (19 Februari 2026): 04.31 WIB
  • 2 Ramadan 1447 H (20 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 3 Ramadan 1447 H (21 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 4 Ramadan 1447 H (22 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 5 Ramadan 1447 H (23 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 6 Ramadan 1447 H (24 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 7 Ramadan 1447 H (25 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 8 Ramadan 1447 H (26 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 9 Ramadan 1447 H (27 Februari 2026): 04.33 WIB
  • 10 Ramadan 1447 H (28 Februari 2026): 04.33 WIB
  • 11 Ramadan 1447 H (1 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 12 Ramadan 1447 H (2 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 13 Ramadan 1447 H (3 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 14 Ramadan 1447 H (4 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 15 Ramadan 1447 H (5 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 16 Ramadan 1447 H (6 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 17 Ramadan 1447 H (7 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 18 Ramadan 1447 H (8 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 19 Ramadan 1447 H (9 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 20 Ramadan 1447 H (10 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 21 Ramadan 1447 H (11 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 22 Ramadan 1447 H (12 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 23 Ramadan 1447 H (13 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 24 Ramadan 1447 H (14 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 25 Ramadan 1447 H (15 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 26 Ramadan 1447 H (16 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 27 Ramadan 1447 H (17 Maret 2026): 04.32 WIB
  • 28 Ramadan 1447 H (18 Maret 2026): 04.32 WIB
  • 29 Ramadan 1447 H (19 Maret 2026): 04.32 WIB
  • 30 Ramadan 1447 H (20 Maret 2026): 04.32 WIB

Memahami Makna dan Ketentuan Waktu Imsak

Penerapan waktu imsak di Indonesia kerap menimbulkan pertanyaan. Secara syariat, batas akhir untuk makan dan minum sahur adalah tepat saat terbit fajar shadiq, yang ditandai dengan masuknya waktu salat Subuh. Lantas, apa dasar menetapkan imsak lebih awal?

Merujuk pada penjelasan dari Kementerian Agama, penetapan waktu imsak sekitar 10 menit sebelum Subuh bukanlah untuk memajukan waktu mulai puasa. Ini lebih merupakan bentuk kehati-hatian (ihtiyath) dan ikhtiar untuk melestarikan sunnah agar umat Islam tidak terjerumus ke dalam waktu yang diragukan (syak).

Dalam hal ini, para ulama memang memiliki pandangan yang beragam. Sebagian berpendapat bahwa ketika waktu Subuh sudah sangat dekat, sebaiknya seseorang menghentikan santap sahurnya untuk menghindari keraguan.

Namun, ada juga ulama yang membolehkan makan dan minum selama masih berada dalam waktu syak, asalkan benar-benar berhenti saat yakin fajar telah terbit. Penetapan waktu imsak, dengan demikian, berfungsi sebagai pengingat dan "katup pengaman" yang bijaksana dalam menjalankan ibadah puasa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar