Pengacara Gugatan Ijazah Jokowi Dilaporkan Polisi oleh Rekan Seperjuangan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 05:50 WIB
Pengacara Gugatan Ijazah Jokowi Dilaporkan Polisi oleh Rekan Seperjuangan

Pengacara Ahmad Khozinudin Bicara Soal "Pengkhianatan" dan Laporan Polisi dari Rekan Seperjuangan

Suasana di kalangan penggugat soal ijazah Presiden Joko Widodo ternyata tak lagi hangat. Malah, panas. Ahmad Khozinudin, salah satu pengacaranya, baru-baru ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Yang melapor? Justru dua orang yang dulu sebarisan dengannya: Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

Menurut Khozinudin, semua ini berawal dari sebuah pertemuan di Solo. Usai Eggi dan Damai bertemu dengan Jokowi, situasi berubah drastis. “Ini bukan sekadar pelaporan biasa,” ujarnya dengan nada kesal, Kamis lalu. “Ini adalah follow up dari rencana jahat untuk memecah belah perjuangan.”

Ia merasa dikhianati. Bagaimana tidak? Eggi Sudjana selama ini dikenal sebagai sosok paling vokal. Tapi kemudian, muncul skema pemisahan klaster. Gerakan mereka dibagi-bagi, dan sebagian ditawari jalur restorative justice. Alhasil, Eggi dan Damai justru dapat SP3 surat perintah penghentian penyidikan.

“Dari klaster satu ditawari restorative justice, lalu keluarlah SP3 bagi mereka. Ini menimbulkan kritik luas, baik di internal maupun di publik,” papar Khozinudin.

Baginya, ini sebuah kedzoliman. Di saat ia masih aktif mengusut kasus itu, justru kena laporan dari orang dalam sendiri. “Saya sedang berjuang membela rakyat, melawan kedzaliman, membongkar kebohongan. Tapi justru saya dilaporkan oleh orang yang mengaku Ketua dan Sekjen TPUA. Dunia akhirat saya tidak terima,” tegasnya.

Rupanya, Khozinudin dianggap sebagai batu sandungan. Ia mengungkap ada upaya sistematis untuk menghentikan kasus ini, lengkap dengan pendekatan personal ke sejumlah pihak. Nama-nama seperti Farhat Abbas dan Ade Darmawan disebutnya terlibat dalam komunikasi tertentu.

Bahkan, ada cerita tentang Farhat Abbas yang mencoba membujuk rekan-rekannya agar Khozinudin mau diajak ke Solo. “Jawaban saya pasti tidak. Saya tidak akan berdamai,” katanya mantap.

Tekanan itu ternyata datang dari mana-mana. Penyidik pun, kata dia, sempat mengeluh kelelahan dan menyarankan perkara dihentikan. Tak hanya itu, ada juga pendekatan terhadap Kurnia Tri Royani oleh seorang penyidik perempuan di luar ruang pemeriksaan.

Khozinudin sebenarnya sudah mengingatkan. Siapa pun yang berdamai dengan Jokowi, berarti mengkhianati rakyat. Tapi nasihatnya kalah. “Rayuan SP3 ternyata lebih memiliki daya magis dibanding peringatan moral yang saya sampaikan,” ucapnya lirih.

Hingga saat ini, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis belum memberikan tanggapan resmi. Sementara laporan terhadap Khozinudin masih diproses di Polda Metro Jaya, terus jadi sorotan. Perpecahan ini, nyatanya, lebih dari sekadar konflik internal tapi pertanda perjuangan yang mungkin sudah sampai di ujung jalan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar