Hari ini, suasana di Rambatan, Tanah Datar, terasa berbeda. Di atas lahan seluas 1,8 hektare, sebuah tanda dimulainya babak baru bagi warga terdampak bencana akhirnya terwujud. Acara groundbreaking hunian tetap (huntap) Danantara digelar dengan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Danantara Dony Oskaria.
Tak cuma mereka, Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah juga turut menyaksikan momen penting ini. Rencananya, di lahan relokasi terpadu itu akan berdiri 80 hingga 85 unit rumah permanen. Targetnya selesai dalam tiga bulan ke depan.
Andre Rosiade, yang juga Ketua DPP Gerindra Sumbar, langsung menyampaikan apresiasinya. Dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/2/2026), ia mengucapkan terima kasih yang mendalam.
"Kami mewakili masyarakat Sumbar mengucapkan terima kasih. Danantara bersama BUMN menjadi garda terdepan membantu masyarakat sejak hari pertama bencana, mulai dari alat berat hingga ratusan ribu paket bantuan," kata Andre.
Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo membentuk Danantara terbukti jitu. Langkah itu membuat BUMN bisa bergerak lebih lincah dan responsif. Ia berharap program serupa bisa diperluas ke daerah lain di Tanah Datar yang masih memerlukan bantuan.
"Mudah-mudahan pembangunan huntap ini bisa diperluas juga ke daerah lain di Tanah Datar yang masih membutuhkan," ujarnya.
Andre juga memuji kinerja cepat Pemkab Tanah Datar. Daerah ini dinilainya sukses membangun hunian sementara yang berkualitas sebelum akhirnya beralih ke hunian tetap. Harapannya, wilayah lain di Sumbar juga segera mendapat perhatian serupa.
"Kami berharap Danantara juga mulai membangun Huntara di daerah lain di Sumbar seperti di Kota Padang, Gaam dan Padang Pariaman," tambah Andre.
Di sisi lain, Dony Oskaria menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar soal mendirikan tembok dan atap. Lebih dari itu, ini adalah tentang memulihkan kehidupan.
"Sebagai putra daerah, saya ingin Tanah Datar maju dan masyarakatnya sejahtera. Huntap ini langkah awal, tapi kita ingin pembangunan ini menjadi pengungkit ekonomi masyarakat," tegas Dony.
Ia punya visi yang lebih luas. Baginya, pembangunan huntap harus jadi titik tolak untuk memperbaiki banyak hal: pertumbuhan ekonomi, kualitas pendidikan, hingga sumber daya manusia. Danantara berkomitmen untuk mendukung sektor-sektor krusial lain seperti pertanian, peternakan, dan infrastruktur ekonomi.
"Kita ingin Tanah Datar menjadi contoh bagi Sumatera Barat. Tidak hanya membangun rumah, tapi membangun masyarakat secara menyeluruh," ujar Dony.
Sementara itu, Bupati Eka Putra tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Dukungan dari pemerintah pusat, Danantara, dan DPR RI membuat daerahnya menjadi yang tercepat dalam transisi dari hunian sementara ke hunian tetap pascabencana.
"Kami sudah menyiapkan lahan relokasi terpadu. Sekitar 80 unit rumah akan dibangun di lahan 1,8 hektare dengan cadangan lahan 4 hektare lagi. Warga nanti juga akan diberdayakan melalui kelompok tani dan pelatihan keterampilan," jelas Eka Putra.
Baginya, groundbreaking hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bukti nyata perhatian negara kepada rakyatnya yang sedang berjuang bangkit. Simbol bahwa pemulihan sosial dan ekonomi benar-benar dimulai dari sini, dari Tanah Datar.
Artikel Terkait
Monas Tetap Buka Saat Ramadan dengan Penyesuaian Jam Operasional
Shayne Pattynama Akui Persaingan Ketat dengan Dony Tri Pamungkas di Bek Kiri Persija
Ketua Teknokrat Palestina Bahas Rencana 100 Hari dan Dana AS untuk Gaza di Washington
KPK Dalami Peran Rumah Aman Ciputat dalam Kasus Suap Bea Cukai, Uang Miliaran Rupiah Diamankan