Di sisi lain, Dony Oskaria menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar soal mendirikan tembok dan atap. Lebih dari itu, ini adalah tentang memulihkan kehidupan.
"Sebagai putra daerah, saya ingin Tanah Datar maju dan masyarakatnya sejahtera. Huntap ini langkah awal, tapi kita ingin pembangunan ini menjadi pengungkit ekonomi masyarakat," tegas Dony.
Ia punya visi yang lebih luas. Baginya, pembangunan huntap harus jadi titik tolak untuk memperbaiki banyak hal: pertumbuhan ekonomi, kualitas pendidikan, hingga sumber daya manusia. Danantara berkomitmen untuk mendukung sektor-sektor krusial lain seperti pertanian, peternakan, dan infrastruktur ekonomi.
"Kita ingin Tanah Datar menjadi contoh bagi Sumatera Barat. Tidak hanya membangun rumah, tapi membangun masyarakat secara menyeluruh," ujar Dony.
Sementara itu, Bupati Eka Putra tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Dukungan dari pemerintah pusat, Danantara, dan DPR RI membuat daerahnya menjadi yang tercepat dalam transisi dari hunian sementara ke hunian tetap pascabencana.
"Kami sudah menyiapkan lahan relokasi terpadu. Sekitar 80 unit rumah akan dibangun di lahan 1,8 hektare dengan cadangan lahan 4 hektare lagi. Warga nanti juga akan diberdayakan melalui kelompok tani dan pelatihan keterampilan," jelas Eka Putra.
Baginya, groundbreaking hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bukti nyata perhatian negara kepada rakyatnya yang sedang berjuang bangkit. Simbol bahwa pemulihan sosial dan ekonomi benar-benar dimulai dari sini, dari Tanah Datar.
Artikel Terkait
Dispora DKI Tegaskan Lapangan Maroedja Sport Park Gratis, Tak Ada Pungutan Liar
Ketua MPR Sampaikan Salam Presiden Prabowo untuk Tokoh dan Ulama di Yogyakarta
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah