Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah disambut dengan semangat yang begitu terasa. Di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kerumunan jamaah memadati pelataran dan ruang salat untuk tarawih perdana, menciptakan suasana yang begitu hidup dan khidmat sekaligus.
Siti Umidah dan keluarganya, misalnya, rela menempuh perjalanan jauh dari Serpong, Tangsel, demi momen ini. Bagi mereka, ini sudah jadi tradisi tahunan. "Sengaja, memang setiap tahun ke sini," ujarnya dengan senyum. Ada kebanggaan tersendiri baginya bisa beribadah di tempat yang ikonik itu.
"Salat tarawih sebetulnya nyaman sih masjid di mana-mana," akunya.
"Cuma kalau di Istiqlal serasa di Makkah aja kayaknya."
Nuansa yang megah dan luasnya ruangan, menurut Siti, membuat pengalaman ibadahnya terasa lebih afdol, sebuah pembuka Ramadan yang sempurna.
Perasaan serupa diungkapkan Muhammad Roja'i, warga Jakarta Barat. Bagi pria 35 tahun ini, datang ke Istiqlal di hari pertama tarawih ibarat ritual penyambutan bulan suci yang tak boleh terlewat. "Nah, begitu. Jadi kayak ritual itu, kita absen di malaikat yang pencatat amal tuh, Istiqlal saja dulu nih yang lebih bagus kan begitu," candanya.
Namun begitu, Roja'i tak hanya datang untuk salat. Dia juga menantikan serangkaian kegiatan lain yang biasa digelar masjid kebanggaan nasional ini sepanjang Ramadan.
"Kalau buka bersama, ditunggu tuh kesannya di situ ada penceramahnya juga, terus ada tausiah, eh tausiahlah ya. Tausiah terus sama santunan anak yatim juga, terus ada arahan-arahan dari orang masjid begitu biar lebih baik gitu," jelasnya dengan rinci.
Di sisi lain, ada juga wajah-warga baru yang penuh antusiasme. Seperti Lala (23) dari Kebayoran Lama. Baginya, ini adalah pengalaman pertama yang sudah lama dinanti. "Excited banget, karena ini pertama. Kalau di Istiqlal atmosfernya beda," tuturnya.
Rencana untuk tarawih di Istiqlal sebenarnya sudah lama mengendap di pikirannya. Hanya saja, selalu ada halangan. "Ini pertama kali tarawih di Istiqlal, sebelumnya udah punya niatan. Tapi sering terhambat, karena kerja. Ini kebetulan dikasih waktu luang, akhirnya bisa tarawih di sini," cerita Lala lega.
Dari cerita mereka, terlihat jelas bagaimana Istiqlal bukan sekadar bangunan. Ia telah menjadi magnet spiritual, tempat di mana ribuan orang seperti Siti, Roja'i, dan Lala menyatukan hati untuk memulai perjalanan Ramadan dengan penuh makna.
Artikel Terkait
SBY Ungkap Inspirasi Budaya Tionghoa di Balik Lagu Ciptaannya Hening
SMA Unggul Garuda Baru Buka Pendaftaran, Siswa Jalani Pendidikan 24 Jam di Asrama
Mendikbud Prihatin atas Pembunuhan Siswa SMP di Bandung, Motif Diduga Putusnya Pertemanan
Polisi Tangkap Joki Motor Curian di Jakarta Barat, Satu Pelaku Masih Buron