Pemerintah Kaji Dugaan Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci

- Rabu, 18 Februari 2026 | 18:35 WIB
Pemerintah Kaji Dugaan Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci

Tinjauan Lapangan dan Dorongan Reboisasi

Dugaan bahwa penebangan hutan memperparah bencana ini pertama kali disuarakan Ahmad Muzani setelah meninjau langsung lokasi yang porak-poranda pada Senin (16/2). Saat berdiri di antara sisa-sisa kerusakan, ia menyoroti kemungkinan adanya gangguan di daerah hulu.

"Ini sebenarnya sudah hulu. Tapi di atasnya terjadi hujan yang lebih besar, kemudian sepertinya ada penebangan," kata Muzani saat melihat kondisi lereng.

Meski belum merinci lebih jauh temuan lapangannya, Muzani mendorong langkah pemulihan lingkungan yang konkret sebagai solusi jangka panjang. Upaya tersebut sudah dirintis melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tegal dengan Kementerian Kehutanan dan Perhutani.

Rencananya, fokus pemulihan akan diarahkan pada kegiatan reboisasi di area kritis, khususnya di lereng Gunung Slamet yang berfungsi sebagai daerah resapan air. "(Rencananya akan ada) penanaman kembali di lereng-lereng gunung, di lereng Gunung Slamet agar terjadi reboisasi kembali," ungkap Muzani.

Banjir bandang yang menerjang Objek Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa itu telah menyisakan kerusakan signifikan. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya keseimbangan ekosistem dan pengawasan ketat terhadap kelestarian kawasan hulu untuk mitigasi bencana di masa depan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar