MURIANETWORK.COM - Pemerintah akan mengkaji dugaan penebangan hutan sebagai salah satu faktor penyebab banjir bandang di kawasan wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah. Pernyataan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi komentar Ketua MPR Ahmad Muzani yang menyoroti kerusakan lingkungan di hulu. Bencana yang terjadi pada Sabtu (20/12) itu merusak kawasan wisata akibat luapan sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah Turunkan Tim Investigasi
Usai rapat bersama pimpinan DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026), Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah akan mempelajari lebih dalam kondisi di sekitar lokasi bencana. Langkah ini melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kehutanan.
"Kami meminta dari Kementerian Kehutanan untuk juga melakukan review di wilayah sekitar tempat wisata Guci di Kabupaten Tegal itu," jelas Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa proses investigasi akan mengikuti pola serupa dengan penanganan di beberapa wilayah lain. "Ya nanti kita coba lihat kalau ini seperti apa kondisinya. Sama seperti yang di tiga provinsi di Sumatra kan prosesnya juga seperti itu," sambungnya.
Di lapangan, pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan membentuk tim khusus. Prasetyo memastikan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus berjalan untuk menangani dampak bencana dan menelusuri akar permasalahannya. "Kan sudah ada tim investigasinya juga sudah ada ya, baik dari apa, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, saya juga sudah berkoordinasi," tuturnya.
Tinjauan Lapangan dan Dorongan Reboisasi
Dugaan bahwa penebangan hutan memperparah bencana ini pertama kali disuarakan Ahmad Muzani setelah meninjau langsung lokasi yang porak-poranda pada Senin (16/2). Saat berdiri di antara sisa-sisa kerusakan, ia menyoroti kemungkinan adanya gangguan di daerah hulu.
"Ini sebenarnya sudah hulu. Tapi di atasnya terjadi hujan yang lebih besar, kemudian sepertinya ada penebangan," kata Muzani saat melihat kondisi lereng.
Meski belum merinci lebih jauh temuan lapangannya, Muzani mendorong langkah pemulihan lingkungan yang konkret sebagai solusi jangka panjang. Upaya tersebut sudah dirintis melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tegal dengan Kementerian Kehutanan dan Perhutani.
Rencananya, fokus pemulihan akan diarahkan pada kegiatan reboisasi di area kritis, khususnya di lereng Gunung Slamet yang berfungsi sebagai daerah resapan air. "(Rencananya akan ada) penanaman kembali di lereng-lereng gunung, di lereng Gunung Slamet agar terjadi reboisasi kembali," ungkap Muzani.
Banjir bandang yang menerjang Objek Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa itu telah menyisakan kerusakan signifikan. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya keseimbangan ekosistem dan pengawasan ketat terhadap kelestarian kawasan hulu untuk mitigasi bencana di masa depan.
Artikel Terkait
Beasiswa Penuh Hanya untuk Siswa SMA Unggul Garuda Baru, Berlaku Satu Tahun
DPRD Surabaya Desak Perlindungan Rumah Radio Bung Tomo yang Beralih Fungsi
Polda Banten Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Ketat untuk Mudik Lebaran 2026
Petugas Damkar Kerahkan 9 Unit ke Masjid Istiqlal Saat Tarawih Perdana