KAI Catat Puncak Arus Balik Penumpang Imlek-Ramadan di Jakarta

- Rabu, 18 Februari 2026 | 11:45 WIB
KAI Catat Puncak Arus Balik Penumpang Imlek-Ramadan di Jakarta

MURIANETWORK.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat puncak arus balik penumpang pada Rabu, 17 Februari 2026. Sebanyak 38.793 orang tiba di berbagai stasiun di wilayah Jakarta, menandai angka kedatangan tertinggi selama periode libur panjang Imlek yang bertepatan dengan jelang Ramadan. Lonjakan ini telah diantisipasi dengan peningkatan kesiapan operasional untuk menjaga kenyamanan dan keamanan perjalanan.

Antisipasi Lonjakan Penumpang

Menjelang puncak arus balik, manajemen KAI Daop 1 Jakarta telah menyiagakan petugas dan mengoptimalkan layanan di seluruh stasiun. Langkah ini diambil untuk merespons tren pergerakan masyarakat yang kembali ke ibu kota usai menikmati liburan. Pada hari yang sama, tercatat 24.386 penumpang yang berangkat dari Jakarta dengan tingkat keterisian kursi mencapai 61 persen, menyisakan sekitar 15.000 tiket yang masih dapat dipesan.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan kesiapan tersebut. "Volume kedatangan hari ini menjadi yang tertinggi selama periode libur Imlek. Kami memastikan pelayanan di area kedatangan dan keberangkatan tetap tertib, aman, dan nyaman bagi pelanggan," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).

Stasiun dengan Arus Kedatangan Terpadat

Lonjakan penumpang tidak merata di semua stasiun. Data operasional menunjukkan empat titik utama yang menjadi pusat kedatangan. Stasiun Gambir memimpin dengan 13.217 pelanggan, disusul Stasiun Pasar Senen (12.546 pelanggan), Stasiun Bekasi (4.466 pelanggan), dan Stasiun Jatinegara (4.382 pelanggan). Kepadatan terutama terasa pada kereta-kereta yang datang dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mencerminkan pola mudik yang dominan dari daerah tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar