Ia mengapresiasi inisiatif Menteri Agama untuk mendorong penyelarasan kalender Islam di tingkat global. Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan keseragaman dalam pelaksanaan ibadah.
"Kami di Komisi VIII akan mendukung upaya mempertemukan berbagai cara pandang. Tujuannya agar ke depan kita bisa melaksanakan ibadah, baik Ramadan maupun Syawal, secara bersama-sama tanpa keraguan," tambah Marwan.
Ajakan Menjaga Kerukunan Umat
Menyadari potensi perbedaan penentuan hari pertama puasa di tengah masyarakat, politisi itu mengimbau seluruh umat Islam untuk mengutamakan persatuan. Perbedaan metodologi, ujarnya, semestinya tidak mengikis semangat toleransi dan saling menghormati.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan yang menekankan keikhlasan dalam beribadah serta sikap saling menghargai antar sesama.
"Mari kita beribadah dengan khusyuk, ikhlas, dan jujur. Bagi masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa, mari kita hormati mereka yang berpuasa, dan begitu juga sebaliknya," tuturnya.
Artikel Terkait
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan
TRIS Siap Ekspansi Global, Manfaatkan Perjanjian Dagang dan Kinerja 2025 yang Solid
Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United
Bareskrim Blokir 80 Rekening dan Periksa 90 Saksi dalam Kasus Dugaan Penipuan PT DSI Rp 2,4 Triliun