Keluarga Muslim dari Purwokerto Sambangi Vihara di Petak Sembilan Saat Imlek

- Selasa, 17 Februari 2026 | 20:30 WIB
Keluarga Muslim dari Purwokerto Sambangi Vihara di Petak Sembilan Saat Imlek

Jakarta - Suasana di kawasan Petak Sembilan, Glodok, benar-benar berbeda hari itu. Selasa, 17 Februari 2026, semarak Tahun Baru Imlek terasa begitu hidup. Di tengah kerumunan, hadir satu keluarga muslim yang datang jauh-jauh dari Purwokerto, Jawa Tengah. Mereka sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan langsung perayaan ini.

Rupanya, informasi dari Google yang mengantarkan mereka ke Vihara Dharma Bhakti. Santo, sang kepala keluarga, mengaku sudah lama penasaran. Dia ingin sekali melihat dari dekat bagaimana umat Konghucu atau masyarakat Tionghoa menjalankan ibadah di momen spesial seperti ini.

"Sudah dari lama kepengin ke sini pas Imlek," ujar Santo saat ditemui di lokasi.

Antusiasme mereka begitu besar. Bahkan, keluarga ini baru tiba di Jakarta pada Minggu dini hari. Tak mau berlama-lama, pagi harinya mereka langsung bergegas menuju vihara.

Bagi Santo yang muslim, ini soal penghormatan. Menurutnya, setiap orang punya keyakinannya sendiri-sendiri. Yang penting, kata dia, adalah sikap saling menghargai.

"Masing-masing kan punya keyakinan masing-masing, kita saling menghargai saja lah. Saling menghormati gitu," tuturnya.

Di sisi lain, dia melihat Imlek bukan sekadar perayaan. Momen ini juga membawa berkah rezeki tersendiri, terutama bagi para pedagang yang menjual aneka pernak-pernik bernuansa merah dan emas. Santo dan keluarganya pun ikut meramaikan, membeli lampion sebagai oleh-oleh.

Harapannya sederhana namun mendalam: kerukunan antar umat beragama di Indonesia harus tetap lestari. Semua pihak, menurutnya, perlu terus menjaga sikap saling menghargai atas setiap budaya dan keyakinan yang ada.

"Harapannya ya moga-moga enggak ada lagi yang totok-totokan itulah. Kita semua kan rukun ya. Kita kan semua orang cari makan bareng-bareng, ya kan? Semuanya kan saling bisa menghargailah," pungkas Santo penuh harap.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar