"Masing-masing kan punya keyakinan masing-masing, kita saling menghargai saja lah. Saling menghormati gitu," tuturnya.
Di sisi lain, dia melihat Imlek bukan sekadar perayaan. Momen ini juga membawa berkah rezeki tersendiri, terutama bagi para pedagang yang menjual aneka pernak-pernik bernuansa merah dan emas. Santo dan keluarganya pun ikut meramaikan, membeli lampion sebagai oleh-oleh.
Harapannya sederhana namun mendalam: kerukunan antar umat beragama di Indonesia harus tetap lestari. Semua pihak, menurutnya, perlu terus menjaga sikap saling menghargai atas setiap budaya dan keyakinan yang ada.
"Harapannya ya moga-moga enggak ada lagi yang totok-totokan itulah. Kita semua kan rukun ya. Kita kan semua orang cari makan bareng-bareng, ya kan? Semuanya kan saling bisa menghargailah," pungkas Santo penuh harap.
Artikel Terkait
Lansia di Jepara Tewaskan Mantan Mertua Usai Bakar Korban dengan Pertalite
Satgas PRR: 230 Huntap Selesai, 90% Huntara Terpenuhi di Sumatera Pascabencana
Banjir Demak Rendam 8 Desa, 2.839 Warga Mengungsi Akibat Tanggul Jebol
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik