Suasana di Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok, terasa berbeda hari itu. Setelah bertahun-tahun terkungkung dalam kesunyian tanpa sinyal, warga akhirnya menyambut hadirnya sebuah Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel. Peresmiannya dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang menandai berakhirnya status ‘blank spot’ di kawasan terpencil Sumatera Barat itu.
Andre tak datang sendirian. Turut hadir Bupati Solok Jon Firman Pandu, manajer Telkomsel Andy Suapril, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka seperti angin segar bagi nagari yang selama ini dijuluki ‘negeri tanpa sinyal dan tanpa aspal’ salah satu daerah 3T yang kerap terlewat dari pembangunan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan tentu juga Dirut Telkomsel Nugroho dan tim. Alhamdulillah hari ini kita hadir di Garabak Data,” ujar Andre.
“Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengucapkan bismillah kita resmikan bersama-sama BTS Telkomsel,” tambahnya dalam keterangan tertulis, Selasa lalu.
Bagi warga, ini bukan sekadar soal menelpon atau kirim pesan. Selama ini, segala hal serba terbatas. Komunikasi darurat nyaris mustahil. Anak-anak kesulitan mengikuti pelajaran daring. Layanan kesehatan dan roda ekonomi lokal pun berjalan ala kadarnya. Kehadiran BTS ini, bagi Andre, adalah langkah nyata pemerataan akses digital. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong layanan telekomunikasi hingga ke pelosok negeri.
Menurutnya, jaringan ini membuka lebih dari sekadar sinyal. Ia adalah pintu akses terhadap informasi, pendidikan, hingga ekonomi digital. Harapannya, kualitas hidup warga bisa terdongkrak dan pembangunan daerah makin cepat.
Di sisi lain, Bupati Jon Firman Pandu mengakui Garabak Data memang daerah paling ujung yang belum banyak tersentuh. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah, kata dia, akan berupaya keras membangun jalan menuju nagari itu dengan dukungan pusat.
“Atas nama masyarakat Garabak Data, saya ucapkan terima kasih,” ujar Firman.
Sementara dari pihak Telkomsel, Andy Suapril punya pesan khusus. Ia meminta masyarakat ikut menjaga tower BTS tersebut. Perangkat di dalamnya, terutama baterai cadangan, rawan dicuri. Padahal, itulah yang menjaga jaringan tetap hidup saat listrik padam.
Permintaan serupa disampaikan Wali Nagari, Pardinal. Ia berjanji warga akan menjaga aset ini bersama-sama. “Kami pastikan manfaatnya bisa dirasakan anak cucu ke depan,” katanya.
Dengan diresmikannya BTS ini, harapan baru pun menggeliat. Garabak Data perlahan membuka diri. Dari negeri yang terisolasi, kini mulai terhubung dengan dunia digital. Peluang baru untuk masa depan yang lebih baik pun akhirnya terbentang.
Artikel Terkait
Ketua Komisi VIII DPR Imbau Masyarakat Saling Menghargai Perbedaan Awal Ramadan
Peneliti BRIN Dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Unpad Berkat Portofolio Riset Internasional
Wagub DKI Tegaskan Komitmen Jamin Keamanan dan Toleransi di Perayaan Imlek
MUI Serukan Imam Masjid Seluruh Indonesia Doakan Gaza dan Kemerdekaan Palestina di Ramadan