MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh masyarakat yang merayakan. Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (17/2/2026), politisi Fraksi PAN itu menyebut perayaan ini sebagai simbol kematangan demokrasi dan buah dari perjuangan reformasi, sekaligus momentum untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global.
Imlek sebagai Simbol Kematangan Demokrasi
Eddy Soeparno, yang juga merupakan Doktor Ilmu Politik UI, melihat perayaan Imlek lebih dari sekadar tradisi budaya. Baginya, perjalanan Imlek hingga diakui sebagai hari besar nasional mencerminkan perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merawat kemajemukan. Perayaan yang kini dilakukan secara terbuka ini, menurut analisanya, adalah hasil nyata dari gelombang reformasi yang mengubah lanskap kebebasan sipil di tanah air.
“Reformasi 1998 membuka ruang kebebasan sipil, memulihkan hak-hak budaya, serta memperkuat komitmen negara terhadap prinsip inklusivitas,” jelasnya.
Ia melanjutkan, “Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar dibangun di atas penghormatan terhadap perbedaan.”
Modal Persatuan di Tengah Tantangan Global
Lebih jauh, Eddy menekankan bahwa semangat kebersamaan dalam perayaan Imlek merupakan modal berharga bagi bangsa. Di tengah dinamika dunia yang dipenuhi ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik, dan disrupsi teknologi, persatuan dalam keberagaman menjadi fondasi yang tak tergantikan.
“Perayaan Imlek hari ini adalah simbol kematangan demokrasi kita,” ungkap Wakil Ketua Umum PAN tersebut.
“Indonesia terus belajar dari sejarah dan memilih untuk meneguhkan diri sebagai bangsa yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi toleransi, dan memberi ruang yang sama kepada seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan,” lanjutnya.
Sinergi untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi
Pesan kebersamaan itu juga ia kaitkan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional. Eddy Soeparno menyoroti target pertumbuhan ekonomi tinggi yang ingin dicapai pemerintah, yang ia sebut sebagai cerminan tekad untuk menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan yang berkeadilan.
Untuk mewujudkannya, ia menegaskan bahwa kerja keras saja tidak cukup. Diperlukan kolaborasi erat dari seluruh komponen bangsa.
“Saya percaya target Presiden Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat terwujud tidak hanya dengan kerja keras, namun juga rasa guyub dan kekompakan diantara seluruh anak bangsa,” tuturnya.
“Untuk itu dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sipil dalam semangat yang sama mewujudkan kesejahteraan dan keadilan untuk semua,” pungkas Eddy Soeparno, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Menko Polhukam Dorong Peningkatan Daya Gempur dan Kesiapan Kostrad
Kebakaran Landa Mal Ciputra Cibubur, Diduga dari Percikan Las
Bentrokan di Bnei Brak Usai Tentara Perempuan Dikejar Massa Ultra-Ortodoks
Bupati Grobogan Desak Perbaikan Tanggul Tuntang yang Jebol Demi Lancarkan Arus Mudik