Soenarko Protes Keras Penetapan Roy Suryo dkk sebagai Tersangka Kasus Ijazah
Mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, secara resmi menyampaikan protes terkait penetapan Roy Suryo dan tujuh individu lain sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Soenarko menyatakan dukungan penuhnya terhadap kedelapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Ia menegaskan komitmennya untuk melindungi para aktivis, akademisi, dan peneliti dari tindakan kriminalisasi.
Soenarko secara khusus menyerukan untuk bersama-sama mengamankan kedelapan rekan yang terjerat kasus pencemaran nama baik dengan substansi persoalan ijazah palsu tersebut. Ia menyoroti bahwa meskipun kriminalisasi dilakukan oleh aparat kepolisian, polisi hanyalah pelaksana.
Protes Ditujukan ke Pemerintah Prabowo
Soenarko lebih memfokuskan protesnya kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Eks perwira tinggi TNI ini berharap suaranya dapat didengar langsung oleh kepala negara. Ia menyampaikan kekhawatirannya mengenai adanya penyalahgunaan hukum untuk membungkam suara kritis rakyat.
Jadwal Pemeriksaan Tersangka oleh Polda Metro Jaya
Berdasarkan informasi terbaru, Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemanggilan terhadap tiga tersangka, yaitu Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma. Pemeriksaan direncanakan berlangsung pada Kamis mendatang. Namun, kepastian kehadiran ketiganya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak penyidik.
Dua Klaster Kasus Tuduhan Ijazah Palsu
Polda Metro Jaya membagi delapan tersangka ke dalam dua klaster berbeda. Pembagian ini didasarkan pada fakta hasil penyidikan dan perbuatan hukum yang diduga dilakukan oleh masing-masing tersangka. Klaster pertama mencakup inisial ES, KTR, MRF, RE, dan DHL. Sementara klaster kedua terdiri dari RS, RHS, dan TT.
Pihak kepolisian berharap semua tersangka memenuhi panggilan pemeriksaan agar hak mereka untuk memberikan klarifikasi dapat terpenuhi secara prosedural.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar