MURIANETWORK.COM - James Trafford mengaku terkejut dengan keputusan Manchester City mendatangkan Gianluigi Donnarumma, yang membuatnya harus bersaing ketat untuk posisi penjaga gawang utama. Kiper berusia 22 tahun itu, yang baru saja direkrut kembali dari Burnley, menyatakan siap menghadapi tantangan tersebut meski situasinya di luar perkiraannya.
Kedatangan Donnarumma ke Etihad Stadium memang menciptakan dinamika tak terduga. Setelah melepas Ederson, City tampaknya tidak ingin mengambil risiko dan memilih untuk memperkuat pos kiper dengan bintang timnas Italia itu. Keputusan ini secara otomatis menempatkan Trafford, yang diharapkan bisa menjadi pilihan utama, dalam situasi persaingan yang sangat sengit.
Sikap Trafford Menghadapi Persaingan
Di tengah situasi yang berubah cepat, Trafford menunjukkan sikap profesional. Ia memilih untuk fokus pada pekerjaannya di lapangan, ketimbang meratapi keputusan manajemen.
"Saya tidak menyangka situasi ini bisa terjadi, tapi itu terjadi, jadi saya cuma perlu menjalaninya," ujar Trafford. "Ini sudah terjadi jadi saya harus bekerja keras setiap hari dan melihat apa yang terjadi, saya cuma perlu memberikan yang terbaik."
Ia melihat persaingan ini sebagai bagian dari perjalanan kariernya di level tertinggi. Dengan nada tenang namun tegas, kiper muda itu menambahkan, "Dalam sepak bola, apapun bisa terjadi, jadi saya hanya perlu terus bekerja keras dan ketika mendapat kesempatan, bermain sebaik mungkin. Ini akan jadi pengalaman tambahan dalam karier saya dan pembelajaran yang bagus."
Dampak pada Posisi di Timnas Inggris
Persaingan di level klub berpotensi memengaruhi peluangnya membela Three Lions. Tanpa menit bermain yang rutin, posisinya dalam skuad timnas Inggris di bawah Thomas Tuchel bisa terancam. Namun, Trafford tampaknya menyadari sepenuhnya bahwa kuncinya ada di tangannya sendiri.
Dengan realitas baru itu, ia menegaskan komitmennya. "Semua orang tahu situasi saya, jadi saya harus tampil sebaik mungkin ketika bermain," tuturnya. "Saya berlatih sangat keras setiap hari dan semuanya bergantung pada saya."
Pernyataan itu mencerminkan kesadaran seorang atlet yang memahami bahwa di dunia sepak bola elite, performa di lapangan latihan dan pada setiap kesempatan yang diberikan adalah mata uang yang paling berharga. Musim mendatang akan menjadi ujian nyata bagi mentalitas dan kualitas James Trafford.
Artikel Terkait
Bhabinkamtibmas Jatim Gulirkan Kopi Cak Bhabin untuk Dekatkan Diri dengan Warga
Flick Soroti Masalah Bertahan Usai Barcelona Tumbang Lagi dari Girona
Menko Polhukam Dorong Peningkatan Daya Gempur dan Kesiapan Kostrad
Kebakaran Landa Mal Ciputra Cibubur, Diduga dari Percikan Las