Pertamina Geothermal Energy dan PLN Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Proyek Panas Bumi

- Selasa, 17 Februari 2026 | 11:30 WIB
Pertamina Geothermal Energy dan PLN Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Proyek Panas Bumi

MURIANETWORK.COM - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi strategis untuk mengakselerasi pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Sinergi ini diwujudkan melalui kunjungan kerja tim PLN ke Area Lahendong milik PGE di Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (12/02/2026), guna membahas optimalisasi pembangkit eksisting dan rencana pengembangan proyek baru.

Pertemuan Strategis di Lapangan

Kunjungan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Executive Vice President Manajemen Panas Bumi PT PLN, John Y.S. Rembet, yang didampingi sejumlah pejabat teknis. Di lokasi, mereka diterima oleh Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho. Pertemuan ini menekankan pentingnya koordinasi langsung di lapangan untuk menyelaraskan operasional dan perencanaan jangka panjang kedua BUMN energi tersebut.

Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata kemitraan untuk menggali potensi panas bumi, khususnya di wilayah Sulawesi dan Sumatra.

"Kunjungan ini menjadi sarana untuk memastikan operasional panas bumi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mengingat PLN merupakan offtaker utama energi panas bumi yang diproduksi oleh PGE," jelasnya di Tomohon, Senin (16/02/2026).

Fokus pada Pengembangan Proyek

Diskusi teknis dalam pertemuan tersebut cukup mendalam, mencakup sejumlah dokumen krusial. Pembahasan berfokus pada dokumen proyek PLTP Lahendong unit 7 dan 8, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu, serta skema pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Sungai Penuh. Pembicaraan ini menunjukkan tahapan lanjutan dari komitmen kedua perusahaan, yang telah bergerak dari wacana ke perencanaan implementasi yang konkret.

Kontribusi untuk Ketahanan Energi

Andi Joko juga menyoroti peran vital PLTP Lahendong, yang beroperasi sejak 2001. Fasilitas ini telah menjadi tulang punggung pasokan listrik di Sulawesi Utara, mampu memenuhi hingga 24 persen kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Keberhasilan operasi di Lahendong menjadi fondasi dan bukti kesiapan untuk proyek-proyek pengembangan selanjutnya.

Ia berharap sinergi yang solid ini dapat memperkuat kontribusi PGE dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendorong transisi menuju energi bersih.

"Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi," tambahnya.

Porsi Dominan dalam Kapasitas Nasional

Hingga saat ini, kontribusi PGE dalam peta panas bumi nasional memang signifikan. Perusahaan mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, yang setara dengan sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Pada tahun 2024 saja, pembangkit listrik panas bumi PGE menghasilkan 4.827 gigawatt hour (GWh) listrik bersih, cukup untuk memasok kebutuhan lebih dari 2 juta rumah tangga di Indonesia. Angka ini menggarisbawahi posisi strategis perusahaan dalam upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar