Kontribusi untuk Ketahanan Energi
Andi Joko juga menyoroti peran vital PLTP Lahendong, yang beroperasi sejak 2001. Fasilitas ini telah menjadi tulang punggung pasokan listrik di Sulawesi Utara, mampu memenuhi hingga 24 persen kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Keberhasilan operasi di Lahendong menjadi fondasi dan bukti kesiapan untuk proyek-proyek pengembangan selanjutnya.
Ia berharap sinergi yang solid ini dapat memperkuat kontribusi PGE dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendorong transisi menuju energi bersih.
"Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi," tambahnya.
Porsi Dominan dalam Kapasitas Nasional
Hingga saat ini, kontribusi PGE dalam peta panas bumi nasional memang signifikan. Perusahaan mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, yang setara dengan sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Pada tahun 2024 saja, pembangkit listrik panas bumi PGE menghasilkan 4.827 gigawatt hour (GWh) listrik bersih, cukup untuk memasok kebutuhan lebih dari 2 juta rumah tangga di Indonesia. Angka ini menggarisbawahi posisi strategis perusahaan dalam upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Artikel Terkait
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi