MURIANETWORK.COM - Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menunjukkan dinamika yang mengkhawatirkan. Genangan air yang semula melanda wilayah hulu kini bergerak dan memperluas dampaknya ke daerah hilir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah warga terdampak telah meningkat menjadi sekitar 9.000 kepala keluarga, tersebar di 42 desa. Satu unit rumah tercatat mengalami kerusakan berat akibat bencana yang dipicu hujan deras dan luapan air dari beberapa sungai utama sejak Minggu (15/2/2026) malam.
Pergerakan Air dari Hulu ke Hilir
Situasi banjir di Grobogan terus berubah seiring pergerakan debit air. Di sejumlah kecamatan bagian hulu, air mulai surut. Namun, wilayah hilir justru mengalami penambahan ketinggian genangan. Pola ini menggambarkan kompleksnya penanganan bencana yang melibatkan banyak titik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan kronologi kejadian. "Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Grobogan pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 21.00 WIB hingga Senin, 16 Februari 2026, pukul 05.00 WIB," ujarnya.
Dia menambahkan, selain curah hujan lokal, banjir juga dipicu kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, serta Sungai Lusi. Aliran dari beberapa anak sungai itu menyebabkan kapasitas tampung sungai terlampaui dan akhirnya meluap ke permukiman warga.
Rusaknya Infrastruktur Pengendali Banjir
Dampak serius juga terlihat pada infrastruktur. Sejumlah titik tanggul dilaporkan jebol, memperparah penyebaran genangan. Kerusakan terjadi di Sungai Cabean (Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu), Sungai Jajar Baru (Dusun Krasak dan Klampisan, Desa Mojoagung), Sungai Jratun (Dusun Mbaru, Desa Kebonagung), serta dua titik di tanggul Sungai Tuntang (Desa Tinanding, Kecamatan Godong). Jebolnya tanggul-tanggul ini menjadi faktor kunci meluasnya banjir ke permukiman.
Artikel Terkait
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya
Arema FC dan Malut United Bermain Imbang 1-1 di Kanjuruhan
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Grobogan