Banjir Grobogan Meluas ke Hilir, 9.000 KK Terdampak Akibat Tanggul Jebol

- Selasa, 17 Februari 2026 | 08:45 WIB
Banjir Grobogan Meluas ke Hilir, 9.000 KK Terdampak Akibat Tanggul Jebol

MURIANETWORK.COM - Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menunjukkan dinamika yang mengkhawatirkan. Genangan air yang semula melanda wilayah hulu kini bergerak dan memperluas dampaknya ke daerah hilir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah warga terdampak telah meningkat menjadi sekitar 9.000 kepala keluarga, tersebar di 42 desa. Satu unit rumah tercatat mengalami kerusakan berat akibat bencana yang dipicu hujan deras dan luapan air dari beberapa sungai utama sejak Minggu (15/2/2026) malam.

Pergerakan Air dari Hulu ke Hilir

Situasi banjir di Grobogan terus berubah seiring pergerakan debit air. Di sejumlah kecamatan bagian hulu, air mulai surut. Namun, wilayah hilir justru mengalami penambahan ketinggian genangan. Pola ini menggambarkan kompleksnya penanganan bencana yang melibatkan banyak titik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan kronologi kejadian. "Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Grobogan pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 21.00 WIB hingga Senin, 16 Februari 2026, pukul 05.00 WIB," ujarnya.

Dia menambahkan, selain curah hujan lokal, banjir juga dipicu kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, serta Sungai Lusi. Aliran dari beberapa anak sungai itu menyebabkan kapasitas tampung sungai terlampaui dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Rusaknya Infrastruktur Pengendali Banjir

Dampak serius juga terlihat pada infrastruktur. Sejumlah titik tanggul dilaporkan jebol, memperparah penyebaran genangan. Kerusakan terjadi di Sungai Cabean (Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu), Sungai Jajar Baru (Dusun Krasak dan Klampisan, Desa Mojoagung), Sungai Jratun (Dusun Mbaru, Desa Kebonagung), serta dua titik di tanggul Sungai Tuntang (Desa Tinanding, Kecamatan Godong). Jebolnya tanggul-tanggul ini menjadi faktor kunci meluasnya banjir ke permukiman.

Kondisi Terkini Tiap Kecamatan

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar