BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran 2026

- Selasa, 17 Februari 2026 | 08:00 WIB
BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran 2026

Mekanisme Pendaftaran dan Kuota Penukaran

Seluruh proses pendaftaran penukaran uang baru akan dilakukan secara digital melalui aplikasi atau laman PINTAR. Masyarakat diberikan kuota maksimal satu paket senilai Rp5,3 juta per orang. Pembukaan kuota pendaftaran untuk wilayah Kaltim sendiri dilakukan dalam dua gelombang. Tahap pertama dimulai pada 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan tahap kedua pada 27 Februari 2026 di waktu yang sama.

Mekanisme terstruktur ini dirancang untuk menciptakan ketertiban dan memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Mengajak Masyarakat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Melalui momentum Serambi 2026, BI Kaltim juga aktif mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBPR). Kampanye ini tidak sekadar slogan, tetapi berisi edukasi praktis. Masyarakat diajak untuk mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Selain itu, penting juga untuk merawat rupiah dengan prinsip 5J: jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi.

Jajang Hermawan juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan seluruh mitra perbankan. Sinergi ini dinilai krusial dalam menciptakan layanan yang mudah diakses, tertib, dan efisien.

“Kami juga memberi apresiasi kepada perbankan dan seluruh mitra kerja atas sinergi dalam menghadirkan layanan penukaran yang mudah diakses, tertib, dan lancar, sehingga distribusi uang Rupiah berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” tutup Jajang.

Dengan langkah-langkah komprehensif ini, BI Kaltim berupaya tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis likuiditas, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan Rupiah di tengah masyarakat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar