"Sekitar 33,7 persen mengalami obesitas sentral," kata Sri Puji.
Lebih parah lagi, dari 446 ribu orang yang dicek tingkat aktivitas fisiknya, hampir 95 persen atau sekitar 423 ribu orang dinyatakan kurang bergerak. Angka ini bahkan lebih tinggi dari temuan awal.
Lantas, apa sebenarnya CKG itu? Program ini merupakan skrining awal untuk mendeteksi dan mencegah penyakit, mulai dari diabetes, jantung, hingga TB. Di sini, warga bisa mengukur tekanan darah, gula darah, tinggi dan berat badan. Pemeriksaan gigi juga ada, meski hanya sebatas pengecekan, bukan tindakan seperti cabut atau tambal gigi.
Kalau ditemukan indikasi penyakit, tentu ada tindak lanjutnya. Pasien akan dirujuk sesuai kondisi dan kebutuhan pengobatannya.
Bagi warga Jakarta yang ingin ikut, layanan CKG tersedia di 44 puskesmas yang tersebar di enam wilayah kota. Partisipasinya sendiri cukup masif. Tahun 2025 lalu, lebih dari 4,2 juta orang telah memanfaatkannya. Sementara tahun ini, per 11 Februari, sudah ada 146 ribu lebih orang yang mendaftar dan angka ini dipastikan akan terus bertambah seiring waktu.
Target nasionalnya pun ambisius. Kementerian Kesehatan mencanangkan 130 juta peserta CKG di tahun 2026, jauh melampaui target tahun sebelumnya yang ‘hanya’ 70 juta orang. Tampaknya, pemerintah serius ingin mendorong kesadaran akan kesehatan sejak dini.
Artikel Terkait
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan
Korban Laporan Begal di Lebak Bulus Ternyata Sasaran Pengeroyokan Tawuran
3.227 Personel Amankan Perayaan Semana Santa 2026 di Larantuka