Kerugian ekonomi pun cukup signifikan. Sekitar 250 hektare lahan pertanian di daerah tersebut terendam banjir, yang berpotensi mengancam hasil panen petani setempat.
Penanganan dan Titik Rawan Lain
Pasca-kejadian, tim gabungan yang dipimpin BPBD Demak segera turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan lumpur dan evaluasi kerusakan. Upaya penanganan ini dilakukan serentak di beberapa titik, mengingat banjir juga melanda wilayah lain.
Di Kecamatan Mranggen, tepatnya di Perumahan Arion, Desa Kebunbatur, banjir dengan ketinggian 5-15 sentimeter sempat terjadi, meski dilaporkan sudah berangsur surut. Sementara itu, di Kecamatan Kebonagung, tanggul Sungai Tuntang sisi kiri juga dilaporkan jebol di dua titik terpisah.
"Peristiwa itu mengakibatkan ratusan rumah warga terdampak banjir," jelas Agus Sukiyono, mengonfirmasi skala dampak yang terjadi.
Jebolnya tanggul di Kebonagung ini menyebabkan air mengalir deras ke dua dukuh dan sempat melumpuhkan jalur lalu lintas vital Semarang–Purwodadi, mengganggu arus logistik dan perjalanan warga.
Imbauan Kewaspadaan
Mengingat musim hujan masih berlangsung dan curah hujan di wilayah hulu diprakirakan tetap tinggi, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Potensi banjir susulan atau kejadian serupa di titik rawan lain masih mungkin terjadi.
BPBD Demak menyatakan akan terus melakukan pemantauan ketat dan bersiaga penuh di lokasi-lokasi terdampak. Koordinasi dengan unsur terkait juga diperkuat untuk memastikan respons yang cepat dan tepat jika terjadi perkembangan darurat di kemudian hari.
Artikel Terkait
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan
Korban Laporan Begal di Lebak Bulus Ternyata Sasaran Pengeroyokan Tawuran
3.227 Personel Amankan Perayaan Semana Santa 2026 di Larantuka