Nah, berdasarkan analisis menyeluruh hingga akhir Januari 2026, status Gunung Lokon tetap dipertahankan di Level II atau Waspada. Status ini tentu bukan tanpa konsekuensi. Ada sejumlah rekomendasi ketat yang harus dipatuhi masyarakat.
Intinya, semua aktivitas di zona bahaya dilarang. Masyarakat, pengunjung, hingga para pendaki sama sekali tidak diperkenankan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah. Itu batas amannya.
Lalu, bagaimana jika tiba-tiba terjadi letusan? Imbauannya jelas: segera masuk ke dalam rumah. Bagi yang terpaksa berada di luar, wajib menggunakan pelindung. Masker untuk hidung dan mulut, plus kacamata untuk melindungi mata dari abu vulkanik yang beterbangan.
Di sisi lain, ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah lahar. Masyarakat di sekitar lereng Lokon diminta untuk tetap siaga, terutama sekarang di musim hujan. Potensi aliran lahar dari material vulkanik yang terbawa air hujan di sungai-sungai berhulu di puncaknya, tetap nyata.
Gunung Lokon memang belum meletus besar. Tapi laporan ini jelas jadi pengingat: dia tidak pernah benar-benar tidur. Kewaspadaan adalah kunci.
Artikel Terkait
Arema FC Hadapi Malut United dengan Tujuh Pemain Absen
Donghae Super Junior Umumkan Album Solo Perdana dan Tur Asia 2026
Ekspor Sumsel Anjlok 34,61% pada Dua Bulan Pertama 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Didominasi Cerah Berawan Hari Ini