MURIANETWORK.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi memposisikan diri sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Posisi ini, menurut pengurus partai, diambil untuk menjaga kesehatan demokrasi Indonesia sekaligus mempertahankan hubungan baik secara personal dengan Prabowo. Pernyataan ini disampaikan usai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyelesaikan serangkaian kunjungan kerja ke Timur Tengah.
Pernyataan Usai Kunjungan Kerja Megawati
Penegasan sikap partai itu disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Ia berbicara di Arab Saudi, menyusul berakhirnya agenda Megawati di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Kunjungan kerja ditutup dengan pelaksanaan ibadah umrah oleh Megawati yang didampingi anak-anaknya, M Prananda Prabowo dan Puan Maharani.
Dalam kesempatan itu, Basarah mengungkapkan bahwa Megawati juga menyampaikan doa khusus meminta bimbingan dan kekuatan dalam memimpin partai. Posisi PDIP saat ini, diakui Basarah, memang menghadapi tantangan tersendiri.
Mencari Titik Keseimbangan antara Politik dan Persahabatan
Basarah menjelaskan secara rinci dilema yang dihadapi partai. Di satu sisi, PDIP telah memutuskan untuk berada di luar pemerintahan dan berperan sebagai penyeimbang. Di sisi lain, terdapat komitmen pribadi yang kuat antara Megawati dan Prabowo.
"Di satu sisi, Ibu Mega telah mengambil garis politik untuk menjadi partai politik di luar pemerintahan, yang menjadi penyeimbang demokrasi bagi pemerintahan Presiden, pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Tetapi di satu sisi, Bu Mega juga tetap ingin menjaga komitmen persahabatannya, komitmen kemanusiaannya kepada Pak Prabowo," jelas Basarah.
Lebih lanjut, Basarah mengutip langsung perkataan Megawati mengenai hubungannya dengan Prabowo. Kutipan itu menegaskan niatan untuk memisahkan dinamika politik dari ikatan personal yang telah lama terjalin.
"Yang Ibu Mega mengatakan, 'Beliau adalah sahabat saya sejak dulu, dan hubungan kami tidak ingin rusak hanya karena politik.' Sehingga kemudian antara hubungan kemanusiaan dan hubungan politik ini, Bu Mega berusaha untuk mencari titik-titik keseimbangan," imbuhnya.
Pernyataan ini menunjukkan upaya PDIP untuk merumuskan peran baru dalam peta politik Indonesia, sebuah peran yang berusaha menjaga fungsi kontrol demokratis tanpa mengorbankan hubungan antarindividu di tingkat elite.
Artikel Terkait
Wamendagri Dorong Konsep Green Island Nusa Penida Diperkuat dan Diintegrasikan
Longsor Salju Diduga Picu Kereta Tergelincir di Swiss, Lima Orang Terluka
Microsoft 2025: Keamanan Siber Naik Kelas Jadi Risiko Bisnis Strategis
Sekjen Kemendagri Ingatkan APDESI Baru Fokus pada Kerja Nyata untuk Warga Desa