MURIANETWORK.COM - Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan dana tanggap darurat sebesar Rp19,3 miliar untuk membantu pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan di Aceh yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Bantuan ini disalurkan melalui dua skema utama: langsung ke lembaga pendidikan dan dikelola oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Aceh untuk kebutuhan operasional darurat, berdasarkan hasil pendataan mendalam di lapangan.
Penyaluran Dana untuk Madrasah dan Pesantren
Sebagian besar dana, yakni Rp14,9 miliar, ditransfer langsung oleh Kementerian Agama pusat ke rekening 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren. Masing-masing lembaga tersebut menerima suntikan dana sebesar Rp100 juta untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan yang rusak.
Fokus Penanganan Kebutuhan Mendesak
Sementara itu, alokasi sebesar Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kanwil Kemenag Aceh untuk menjawab tantangan paling kritis pascabencana. Dana ini difokuskan pada upaya menjaga kelangsungan pelayanan publik dan pendidikan di tengah kondisi darurat.
Khairul Azhar, Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, memaparkan rincian penggunaannya. "Dana ini digunakan untuk pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak," jelasnya.
Lebih detail, dari Rp4,42 miliar tersebut, Rp1,3 miliar disalurkan ke kantor Kemenag di daerah terdampak untuk logistik awal dan operasi lapangan. Sebanyak Rp244,5 juta dialokasikan untuk bantuan kebutuhan pokok korban, dan Rp172,3 juta untuk operasional relawan serta kerja bakti.
"Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan dari daerah dan hasil koordinasi dengan tim penanganan bencana," tambah Khairul.
Bantuan untuk Mahasiswa dan Fasilitas Pendidikan
Dukungan juga diberikan kepada 11.772 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, baik negeri maupun swasta, yang terdampak. Mereka menerima bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per orang, dengan total anggaran mencapai Rp2,35 miliar yang disalurkan melalui Rekening Islamic Trust Fund Infag.
Selain bantuan tunai, upaya pemulihan juga dilakukan dengan menyalurkan bantuan barang ke 169 madrasah negeri. Bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga itu meliputi tenda darurat, genset, pompa air, hingga perabot dan peralatan elektronik. Kanwil Kemenag Aceh juga mendistribusikan 5.000 Al-Qur'an ke berbagai wilayah.
Skala Kerusakan dan Dana Sisa
Berdasarkan pendataan Kemenag, bencana ini merusak 1.842 fasilitas keagamaan dan pendidikan di Aceh. Kerusakan tersebar di 472 madrasah, 391 pondok pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, serta puluhan kantor urusan agama. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi, diikuti oleh sejumlah daerah lain seperti Aceh Tamiang.
Hingga saat ini, masih terdapat sisa dana sekitar Rp255 juta di rekening Tanggap Bencana. Dana cadangan ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum seluruhnya terakomodasi dalam fase tanggap darurat ini.
Artikel Terkait
Ramadhan Momentum Jihad Melawan Korupsi, Pengamat: Mulai dari Kesadaran hingga Pengawasan Publik
Gus Ipul Tegaskan Akurasi Data Kunci Tepat Sasaran Bansos dan PBI JKN
KSPSI Tegaskan Dukungan agar Polri Tetap Langsung di Bawah Presiden
Toyota Avanza Bekas: Kisaran Harga dan Perkembangan dari Generasi ke Generasi