"Tadi saya lihat juga ada, terima kasih juga Pak Kapolri tadi dari satuan Brimob ya, mobile water treatment, jadi dari air sungai, air payau bahkan air laut bisa disuling, di-treatment sampai bisa menjadi air bersih yang siap untuk diminum," jelas Titiek.
Ia berharap unit serupa dapat diperbanyak dan dikerahkan ke daerah-daerah lain yang juga mengalami krisis air bersih pascabencana. Menurutnya, sifat unit yang mobile memungkinkan bantuan menjangkau lebih banyak titik yang membutuhkan.
"Dan ini mobile, keliling ke daerah sehingga sangat meringankan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan air bersih. Sekali lagi terima kasih, mudah-mudahan mobilnya bisa lebih banyak lagi, bisa untuk daerah yang lainnya lagi," lanjutnya.
Interaksi Langsung dengan Pengungsi
Selain menyerahkan bantuan, rangkaian kunjungan juga diisi dengan peninjauan hunian sementara (huntara), posko kesehatan, serta dialog langsung dengan warga setempat. Interaksi ini memberikan ruang bagi para pengungsi untuk menyampaikan kondisi mereka secara langsung kepada para pemangku kebijakan yang hadir.
Bantuan dari 16 truk tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari bahan makanan pokok, pakaian layak pakai, seragam sekolah, hingga perlengkapan penunjang kehidupan sehari-hari dan ibadah. Penyaluran bantuan yang terkoordinasi ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan dasar.
Artikel Terkait
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual di Klungkung
Presiden Prabowo Kembali dengan Komitmen Investasi Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea
Megawati Serahkan 126 Sertifikat HKI untuk Lindungi Karya Seni dan Budaya Bali
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik