MURIANETWORK.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggenjot program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras dan jagung pakan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, memperkuat ketersediaan komoditas pokok, serta melindungi daya beli masyarakat. Program yang didukung anggaran tambahan ini rencananya akan dimulai pada Maret 2026, bertepatan dengan bulan puasa.
Persiapan Menjelang Ramadan dan Idulfitri
Menghadapi momen Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Bapanas telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi. Fokus utamanya adalah menjaga ketersediaan pangan pokok strategis agar harganya tetap terjangkau. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa persiapan ini telah mendapat arahan langsung dari Kepala Bapanas.
"Kami di Bapanas, sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman sudah menyiapkan program intervensi pangan, utamanya untuk menjaga kestabilan pangan pokok strategis bagi masyarakat," tuturnya.
Ia menambahkan, penyaluran SPHP beras pada Maret nanti akan dilakukan secara selektif. Prioritas diberikan kepada daerah yang mengalami defisit pasokan dan menghindari daerah yang sedang memasuki masa panen, untuk tidak mengganggu harga di tingkat petani.
"Di Maret (2026), SPHP beras kita lanjutkan kembali, tapi penyalurannya akan selektif karena harus mengutamakan daerah yang defisit dan tidak pada daerah yang sedang ada panen. Sampai akhir Februari ini, SPHP beras juga masih ada dengan anggaran tahun lalu," jelas Maino.
Anggaran dan Target Penyaluran
Untuk mendukung program ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang signifikan. Untuk SPHP beras, dialokasikan dana sebesar Rp4,97 triliun yang akan digunakan untuk mensubsidi 828 ribu ton beras. Sementara itu, program SPHP jagung pakan mendapatkan anggaran Rp678 miliar, dengan target penyaluran mencapai 242 ribu ton kepada peternak.
Kenaikan target untuk jagung ini cukup drastis jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam menstabilkan harga pakan ternak.
Artikel Terkait
Longsor Ganggu Lintas Kereta Bandung, KAI Perkirakan Normal dalam 5 Jam
Wakil Ketua DPRD DKI Desak Pemprov Atasi Darurat Sampah Pascajebolnya Tembok Kramat Jati
Pentagon Gandeng Boeing dan Lockheed Martin untuk Tiga Kali Lipat Produksi Sensor Rudal Patriot
BPBD Medan Bergerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Luapan Sungai Deli