Kemendagri Gelar Dialog dan Aksi Bersih Pantai Bersama Mahasiswa Papua-Melanesia di Bali

- Minggu, 15 Februari 2026 | 05:00 WIB
Kemendagri Gelar Dialog dan Aksi Bersih Pantai Bersama Mahasiswa Papua-Melanesia di Bali

MURIANETWORK.COM - Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar diskusi terbuka dengan komunitas mahasiswa Papua dan Melanesia di Bali. Forum yang berlangsung di Kuta pada Jumat (13/2) itu bertujuan membangun sinergi dan komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dan generasi muda. Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan ini dirangkaikan dengan aksi bersih pantai di Pantai Kelan dan Kedonganan keesokan harinya.

Silaturahmi dan Ruang Aspirasi

Pertemuan di Bali itu lebih dari sekadar acara formal; forum tersebut berfungsi sebagai ruang silaturahmi yang hangat. Di sana, puluhan mahasiswa asal Papua dan kawasan Melanesia yang sedang menimba ilmu di Pulau Dewata dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan pemerintah. Dalam suasana dialogis, berbagai aspirasi dan pemikiran mengalir dari para peserta, mencerminkan partisipasi aktif mereka dalam wacana pembangunan, khususnya untuk wilayah timur Indonesia.

Direktur Kewaspadaan Nasional, Aang Witarsa, menekankan bahwa dialog semacam ini penting untuk menjalin hubungan yang konstruktif. "Melalui dialog ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat, komunikasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi positif antara pemerintah dan komunitas mahasiswa demi masa depan yang lebih maju dan inklusif," ujarnya.

Peran Pemuda sebagai Agen Perubahan

Diskusi juga menyoroti peran strategis pemuda sebagai ujung tombak perubahan dan perekat persatuan. Pemerintah tidak hanya mendorong keunggulan akademik, tetapi juga mendorong keterlibatan mereka dalam ranah sosial dan kepemimpinan. Hal ini dianggap sebagai bekal vital untuk kontribusi mereka di tanah kelahiran nantinya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar